Kericuhan May Day di Semarang, Tokoh Klaten Kecam Aksi Anarkis di Depan Kantor Gubernur
SEMARANG - Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh (May Day) yang digelar mahasiswa dan buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis 1 Mei 2025 yang diwarnai kericuhan, dikecam sejumlah kalangan di Klaten.
Ribuan massa hadir untuk menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan pekerja dan pendidikan. Walhya mereka berorasi tertib dengan pengamanan aparat kepolisian.
Namun aksi berubah ricuh setelah sekelompok orang menyusup dan memicu tindakan anarkis, membakar ban, melempar kayu, dan merusak pagar kantor Gubernur.
Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA), Sutaryono mengaku sangat mengapresiasi semangat peserta aksi menyuarakan aspirasi secara damai.
''Kami menyesalkan adanya kelompok yang menyusup dan melakukan tindakan anarkis sehingga menodai dan mencoreng tujuan mulia dari aksi unjuk rasa,'' ujar Sutaryono.
Dia menghimbau seluruh elemen masyarakat agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan dalam menyampaikan aspirasi.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun akibat aksi anarkis itu, pagar kantor Gubernur rusak, dan sejumlah polisi terluka ringan akibat lemparan benda keras.
Kebebasan menyampaikan aspirasi harus dalam batas-batas hukum dan kedamaian, sehingga situasi tetap kondusif.
Hal senada diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Al Madinah Klaten, Joko Lestariyanto. Aksi damai Hari Buruh tercoreng oleh ulah segelintir oknum.
Dia menyayangkan tindakan anarkis yang menciderai semangat perjuangan buruh dan nilai-nilai demokrasi.
''Saya mengecam tindakan anarkis saat unjuk rasa Hari Buruh. Saya harap aparat penegak hukum menindak tegas kelompok-kelompok itu,'' kata Joko Lestariyanto.