Kasus Penganiayaan Viral di Medsos, Polres Wonosobo Resmi Tangani Setelah Laporan Sebulan
WONOSOBO – Penanganan kasus menjadi lebih cepat setelah viral di media sosial terjadi di Wonosobo.
Hal ini berawal saat seorang perempuan bernama Elsa Monika mengunggah video keluhan atas lambatnya penanganan kasus penelanjangan dan penganiayaan yang dialami sang ibu, yang dilaporkan ke Polsek Leksono.
Menurut Elsa, sang ibu dianiaya seseorang pada 7 Juni 2025.
Namun, sebulan berlalu, belum ada kemajuan atas kasus tersebut.
"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Leksono Wonosobo pada tanggal 7 Juni 2025."
"Pihak kepolisian sudah memanggil pelaku namun sampai saat ini, kami tidak menerima kabar atau perkembangan apa pun terkait laporan tersebut," ujar Elsa dalam video.
Ia mengaku terpaksa membawa peristiwa ini ke publik karena merasa keselamatan keluarganya terancam.
Menurut Elsa, ibunya hampir kehilangan nyawa dalam kejadian yang terjadi sebulan lalu itu.
Diambil Alih Polres
Video pengakuan Elsa ini pun viral di media sosial dan mendapat perhatian Polres Wonosobo.
Kasus yang dilaporkan ke Polsek Leksono itu kini diambil alih Satreskrim Polres Wonosobo.
Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan mengatakan, polisi menerima laporan dugaan penganiayaan yang dimaksud pada 7 Juni 2025.
"Penyidik sebenarnya sudah berkoordinasi dengan penasihat hukum dari pihak pelapor untuk melengkapi keterangan saksi dan menunggu hasil visum et repertum," kata Kasim dalam konferensi pers di Mapolres Wonosobo, Kamis (10/7/2025).
Namun, komunikasi di lapangan ternyata terhambat.
Menurut Akbar, komunikasi tak optimal karena penasihat hukum pihak pelapor mengalami gangguan kesehatan.