Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara di Bawah Kepemimpinan Lalu Muh Zamroni Idris Teguhkan Dukungan untuk MotoGP Mandalika 2025

Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara di Bawah Kepemimpinan Lalu Muh Zamroni Idris Teguhkan Dukungan untuk MotoGP Mandalika 2025

Lombok Tengah – Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, di bawah kepemimpinan Ketua Lalu Muh Zamroni Idris, meneguhkan diri sebagai salah satu kekuatan pemuda desa yang siap mendukung suksesnya penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober. Dukungan ini lahir dari hasil konsolidasi internal organisasi, rapat kerja pengurus, hingga deklarasi bersama yang menyatukan komitmen bahwa pemuda Desa Ketara siap menjaga keamanan, persatuan, dan kondusifitas wilayah demi nama baik Lombok Tengah dan Provinsi NTB.

MotoGP Sebagai Momentum Kebersamaan

Ketua Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara, Lalu Muh Zamroni Idris, menjelaskan bahwa MotoGP Mandalika adalah momentum emas bagi pemuda untuk tampil menunjukkan kiprahnya. Menurutnya, event internasional ini bukan hanya sekadar tontonan olahraga, melainkan peluang untuk mengangkat martabat daerah di mata dunia.

“MotoGP adalah kebanggaan kita bersama. Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara siap bersatu menjaga keamanan, mendukung kelancaran event, sekaligus memastikan masyarakat desa, khususnya pemuda, mendapatkan ruang partisipasi. Ini bukan hanya ajang balap, melainkan tanggung jawab kolektif untuk menunjukkan wajah positif NTB,” tegas Zamroni.

Zamroni juga menambahkan bahwa pemuda Desa Ketara tidak boleh hanya menjadi penonton. Dengan basis massa yang kuat di tingkat dusun, Karang Taruna bertekad hadir sebagai bagian dari solusi, mulai dari menjaga kondusifitas, terlibat sebagai relawan, hingga mengawal peran UMKM lokal yang mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari ajang balap dunia tersebut.

Struktur Solid, Gerakan Nyata

Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara periode 2025–2028 memiliki struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga koordinator divisi dan bidang strategis seperti Media, Humas, Ekonomi Kreatif, Sosial Budaya, Olahraga, dan Keagamaan. Struktur ini memungkinkan organisasi kepemudaan tersebut bergerak secara terpadu dengan melibatkan berbagai lapisan pemuda.

Wakil Ketua, Lalu Rizki Aftartu, menegaskan bahwa setiap divisi akan diberdayakan untuk mendukung kesuksesan MotoGP. Divisi Media dan Humas diarahkan membangun narasi positif melalui media sosial, menyampaikan pesan kebersamaan, serta mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak isu-isu provokatif. Sementara itu, Bidang Ekonomi Kreatif akan fokus membantu UMKM lokal di Desa Ketara agar mendapat ruang promosi dan penjualan produk selama event berlangsung.

“Kami ingin memastikan pemuda benar-benar terlihat kontribusinya. Mulai dari membantu sosialisasi, menjadi relawan lapangan, hingga mendukung UMKM lokal. Karang Taruna Bhakti Karya ingin menunjukkan bahwa pemuda desa mampu menjadi motor penggerak perubahan,” jelas Rizki.

Dukungan Pemerintah Desa dan Aparat

Kepala Desa Ketara, Lalu Satria Wangsa, selaku pembina Karang Taruna, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan semangat pemuda desanya. Ia menilai keterlibatan Karang Taruna dalam event internasional seperti MotoGP adalah bukti nyata bahwa generasi muda mampu mengambil peran strategis.

“Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara telah menunjukkan semangat luar biasa. Sinergi antara pemuda, pemerintah desa, dan aparat keamanan menjadi kunci agar MotoGP berjalan aman, lancar, dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga datang dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Ketara yang selama ini menjadi pengarah Karang Taruna. Keduanya menegaskan bahwa peran pemuda sangat vital untuk menjaga stabilitas Kamtibmas, terlebih Desa Ketara berada di jalur strategis menuju KEK Mandalika.

Redam Isu, Bangun Narasi Positif

Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara juga menyadari bahwa menjelang MotoGP kerap muncul isu-isu sensitif seperti sengketa lahan, keterlibatan UMKM, atau ketidakadilan distribusi ekonomi. Isu-isu ini berpotensi dimanfaatkan pihak luar untuk memecah belah masyarakat.

Untuk itu, Karang Taruna berkomitmen membangun narasi positif agar opini publik tetap kondusif. Divisi Media dan Humas diproyeksikan aktif mengedukasi masyarakat melalui konten digital dan penyuluhan langsung, agar event internasional ini dipandang sebagai momentum kebersamaan, bukan pemicu konflik.

Pemuda Pelopor Persatuan Bangsa

Dengan mengusung slogan “Pemuda Pelopor Persatuan Bangsa”, Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara menegaskan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan. Dukungan mereka tidak berhenti pada seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, seperti menjadi relawan, mendukung kegiatan sosial desa, hingga ikut membantu pengamanan swakarsa di wilayah Ketara.

“Kami ingin MotoGP Mandalika 2025 dikenang bukan hanya karena balapan, tetapi juga karena semangat persatuan pemuda NTB. Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara berdiri di garis depan untuk memastikan itu,” tutup Ketua Lalu Muh Zamroni Idris dengan penuh optimisme.

Penegasan Komitmen

Rangkaian konsolidasi dan rapat pengurus yang digelar Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara menandai keseriusan organisasi kepemudaan ini dalam menjaga nama baik daerah. Dukungan penuh terhadap MotoGP Mandalika 2025 merupakan bukti bahwa pemuda desa siap menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.

Dengan struktur yang solid, dukungan pemerintah desa, sinergi bersama aparat keamanan, serta semangat kebersamaan pemuda, Karang Taruna Bhakti Karya Desa Ketara diyakini mampu tampil sebagai motor penggerak kondusifitas persatuan. Kehadiran mereka akan memperkuat citra positif Lombok Tengah dan NTB di mata dunia, sejalan dengan semangat bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa. (*)