Kabupaten Tegal Catat 33 Korban Tewas akibat Kecelakaan Maut dalam Waktu Kurang dari 5 Bulan

Kabupaten Tegal Catat 33 Korban Tewas akibat Kecelakaan Maut dalam Waktu Kurang dari 5 Bulan

SLAWI - Sesuai data yang disampaikan Kasat Lantas Polres Tegal AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, dalam kurun waktu Januari sampai Mei 2025 atau belum genap lima bulan sudah ada 33 korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia (MD).

Data tersebut disampaikan AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, saat menggelar sosialisasi program Si Dul Cekelan singkatan dari "Aksi Polisi Peduli Cegah Kecelakaan," berlokasi di Balai Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, pada Sabtu (24/5/2025).

Hadirnya program Si Dul Cekelan, dalam rangka mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) Wilayah Kabupaten Tegal aman dan kondusif.

Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama Januari sampai Mei 2025 di Kabupaten Tegal, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengalami peningkatan sampai 18 persen.

"Berdasarkan data yang kami miliki, dari Januari sampai Mei 2025 ada 33 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Jumlah tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengalami peningkatan sekitar 18 persen," jelas AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, pada Tribunjateng.com.

Angka fatalitas kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia menurut AKP Wuri cukup tinggi, sehingga pihaknya mengajak semua elemen masyarakat bersama-sama menimbulkan kesadaran diri untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.

Hal itu bisa dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga, lingkungan rumah dan melalui kegiatan sosialisasi seperti yang dilaksanakan Satlantas Polres Tegal.

Orangtua bisa menertibkan atau mengingatkan anak-anaknya untuk tidak mengendarai sepada motor, keluar ke jalan raya, dan ketika ingin main bisa di dekat lingkungan rumah.

Hal itu untuk mencegah potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Ketika keluar rumah dan mengendarai sepeda motor, Kasat Lantas Polres Tegal mengingatkan jangan lupa memakai helm.

"Korban kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas tinggi (meninggal dunia), didominasi pelajar, mahasiswa sampai usia produktif. Sehingga kami mengajak mari menimbulkan kesadaran diri untuk mencegah kecelakaan lalu lintas bisa dimulai dari lingkup keluarga," tegas AKP Wuri.