Identitas Pria Misterius Terungkap, Diduga Terlibat Kematian Wanita di Losmen Malang
MALANG - Misteri kematian seorang wanita di losmen Windu Kentjono Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang ada secercah titik terang.
Polisi berhasil mengantongi identitas pria yang terakhir bersama wanita tersebut di losmen.
Kapolsek Sukun, AKP Riyan Wahyuningtiyas melalui Kanit Reskrim AKP Wardi Waluyo menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pria yang bersama korban. Pria itu kini tengah dalam pengejaran. “Kami sudah mengetahui identitas teman pria korban, dan saat ini masih kami lakukan pengejaran. Mohon doanya, mudah-mudahan bisa segera tertangkap,” kata Wardi, Selasa (17/6/2025).
Polisi telah membentuk tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Sukun, Unit Resmob Satreskrim Polresta Malang Kota, dan Sat Intelkam Polresta Malang Kota untuk memburu pelaku. Dari hasil penyelidikan awal, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, yang mengarah pada tindak kekerasan.
“Pada tubuh korban, ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan. Seperti luka cekikan di bagian leher, lalu di bagian dahinya ada bekas luka pukul,” pungkasnya.
Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan berbagai bukti demi mengungkap pelaku pembunuhan yang diduga kabur sesaat setelah kejadian.
Sebagai informasi, sebelumnya kematian wanita di salah satu kamar Losmen Windu Kentjono berada di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang menggemparkan warga sekitar Senin (16/6/2025) sekitar pukul 00.05 WIB dini hari. Jenazah ditemukan oleh penjaga losmen dalam kondisi mengenaskan tergeletak di atas kasur kamar nomor 11, tertutup bantal, dan mulutnya dibekap kain.
Korban diketahui berinisial EMF (29), warga Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Saat ini, jenazah berada di Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto saat dikonfirmasi masih enggan memberikan keterangan detail soal identitas korban. “Masih didalami lebih lanjut termasuk identitasnya. Intinya, masih dalam penyelidikan,” ujarnya singkat.
Berdasarkan keterangan penjaga losmen, korban datang ke penginapan pada Minggu (15/6/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ia datang bersama seorang pria yang belum diketahui identitasnya. Pasangan tersebut memesan kamar nomor 11 dan langsung masuk. Tak lama berselang, sekitar pukul 00.03 WIB, pria itu keluar dengan alasan hendak membeli makanan dan sempat berpamitan. Namun, pria tersebut tidak pernah kembali hingga jenazah EMF ditemukan tak bernyawa dua menit kemudian.