Hujan Sejak Senin, Warga Cilacap Diminta Waspadai Banjir dan Longsor Pekan Ini
CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga Cilacap, Jawa Tengah, akan potensi bencana banjir dan tanah longsor hingga beberapa hari ke depan.
Sejak Senin (8/9/2025), wilayah Cilacap kerap diguyur hujan intensitas sedang.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, Cilacap masih berpotensi mengalami hujan lebat.
"Potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Teguh kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
Data BMKG, pada Senin (8/9/2025), hujan di wilayah Cilacap berintensitas sedang sebesar 23 milimeter.
Padahal, sebelumnya, cuaca relatif cerah hingga berawan.
Pada Selasa (9/9/2025), curah hujan di wilayah perkotaan Cilacap tercatat 10 milimeter (kategori ringan).
Namun, di wilayah Sidareja, curah hujan tercatat mencapai 64 milimeter (kategori lebat).
Di Dayeuhluhur, curah hujan lebih tinggi, 85 milimeter (kategori lebat).
Begitu juga di Cimanggu, 135 milimeter (kategori sangat lebat).
Sementara, di Maos, curah hujan 35 milimeter (kategori sedang).
Menurut Teguh, potensi hujan di Cilacap dipicu beberapa dinamika atmosfer.
"Pantauan kami menunjukkan indeks Dipole Mode (DMI) negatif tercatat hingga minus 1,27, sehingga meningkatkan curah hujan di Indonesia bagian barat," ujarnya.
Selain itu, terdapat gelombang Rossby ekuatorial yang melewati Pulau Jawa, serta tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Sumatera.
Dalam tiga hari ke depan, Teguh memprediksi, arah angin akan bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 5-40 kilometer per jam.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 24-32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 63-96 persen.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.