Gus Ulil Kecam Aksi Anarkis Saat May Day: Tak Sesuai Ajaran Nabi Muhammad

Gus Ulil Kecam Aksi Anarkis Saat May Day: Tak Sesuai Ajaran Nabi Muhammad

WONOSOBO – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kongsi, Mojotengah, Wonosobo, Muhammad Ulil Albab Djalaluddin atau Gus Ulil, mengecam keras aksi anarkis yang terjadi dalam unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 1 Mei 2025. Ia menilai tindakan tersebut mencoreng nilai-nilai hukum dan etika dalam kehidupan berbangsa.

“Aksi anarkis jelas melanggar undang-undang,” ujar Gus Ulil dalam pernyataannya, Jumat, 2 Mei 2025. Ia mengingatkan bahwa tindakan kekerasan dan perusakan tidak hanya melanggar hukum negara, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan perdamaian dan penghormatan terhadap sesama.

“Kita sebagai warga muslim dan warga negara Indonesia harus menghindari anarkisme. Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk tidak menimbulkan bahaya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Gus Ulil menyatakan bahwa budaya anarkis tidak boleh dibiarkan tumbuh di masyarakat. “Anarkis harus kita musnahkan, harus kita hilangkan,” katanya. Ia pun mendesak aparat keamanan, khususnya Polda Jawa Tengah, untuk menindak para pelaku secara hukum.

“Saya berharap kepada Kepolisian untuk berani menindak oknum pendemo yang kemarin berbuat anarkis. Harus ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Gus Ulil menyampaikan doa untuk para aparat yang bertugas. “Semoga seluruh polisi di Indonesia, khususnya yang di Jawa Tengah, senantiasa dijaga oleh Allah SWT. Karena menjaga keamanan adalah bentuk jihad yang nyata,” pungkasnya. (*)