Gerakan Rakyat Harus Tetap Murni, Jangan Biarkan Ditunggangi Kepentingan Liar
Jakarta - Aktivis 98 Edysa Girsang menyerukan pentingnya langkah antisipatif dalam setiap momentum aksi besar agar tidak ditunggangi oleh massa liar maupun kepentingan politik sesaat.
“Setiap gerakan rakyat sejatinya lahir dari keresahan dan harapan tulus masyarakat. Namun dalam situasi sosial yang makin kompleks, selalu ada pihak-pihak yang berusaha menumpang pada energi rakyat untuk kepentingan sempit mereka. Inilah yang harus diwaspadai,” ujar Edysa.
Ia menegaskan bahwa pengalaman reformasi 1998 menjadi pelajaran berharga: semangat perubahan bisa dikaburkan bila massa kehilangan arah dan kendali atas narasinya sendiri.
“Aktivis, mahasiswa, buruh, petani, dan semua elemen rakyat harus tetap satu komando pada nilai perjuangan yang jujur. Jangan biarkan isu-isu provokatif, fitnah, atau kepentingan politik praktis memecah barisan rakyat. Mitigasi gerakan penting agar massa tidak disusupi, tidak dimanipulasi,” tegasnya.
Edysa juga menekankan pentingnya early warning system sosial — koordinasi antar-elemen lapangan, kontrol narasi di media sosial, dan pembentukan pos komunikasi di titik-titik aksi besar.
“Kita harus belajar dari banyak peristiwa: gerakan rakyat mudah dipecah jika tidak ada literasi politik yang kuat. Jangan biarkan momentum rakyat justru digunakan untuk agenda di luar kepentingan rakyat itu sendiri,” pungkasnya.
Edysa Girsang menegaskan bahwa gerakan massa besar sering rentan dipengaruhi atau ditunggangi oleh kepentingan tersembunyi, baik oleh aktor politik, oligarki, maupun kekuatan yang ingin mengacak narasi rakyat.
“Agar para aktivis, penggerak masyarakat dan elemen rakyat tetap berada di dekat rakyat, tidak lupa akar gerakannya dan jangan terlena oleh prestasi atau posisi sehingga kehilangan kontrol atas arah perjuangan”, tutupnya. (*)