Dugaan Pelecehan Dokter AY, Rekaman CCTV dan Saksi Kunci Mulai Ditelusuri
MALANG - Hingga kini, Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota terus mendalami kasus dugaan pelecehan dokter AY.
Dalam melakukan pendalaman tersebut, yaitu dengan melakukan pengumpulan bukti-bukti. Salah satunya, adalah rekaman CCTV di area dalam rumah sakit.
Awalnya, polisi telah melayangkan surat permohonan meminta salinan file rekaman CCTV tetapi belum direspon.
Usai menunggu beberapa hari, permohonan itu direspon dan pihak Persada Hospital bersedia menyerahkan salinan rekaman CCTV.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto membenarkan hal tersebut.
MEMENUHI PANGGILAN - AY, dokter yang dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual pada dua pasiennya di Persada Hospital Malang, memenuhi panggilan penyelidik Unit PPA Polresta Malang Kota, Selasa (29/4/2025) sore. Didampingi oleh dua orang pria yang diduga merupakan kuasa hukumnya, AY hanya terdiam dan langsung berjalan masuk ke ruangan Satreskrim Polresta Malang Kota.
"Jadi, salinan rekaman CCTV sudah kami terima dari pihak rumah sakit. Setelah beberapa hari yang lalu, kami telah mengirimkan surat permohonan (surat permohonan meminta salinan rekaman CCTV)," jelasnya, Rabu (30/4/2025).
Kini, penyelidik Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota tengah mendalami salinan rekaman CCTV tersebut. Dan dalam prosesnya, tentu membutuhkan waktu.
"Saat ini, masih dilakukan pendalaman. Kami tidak mau gegabah, karena perlu pendalaman baik dari saksi maupun dari pendalaman bukti-bukti yang ada.
Selain mendalami salinan rekaman CCTV, polisi juga memeriksa dan meminta keterangan dari para saksi. Dan sejauh ini, sudah ada lima orang saksi yang telah diperiksa.
Yaitu, dua saksi pelapor yaitu QAR dan A, teman pelapor QAR yang berinisial Y, dua saksi pegawai rumah sakit dan saksi terlapor yang juga terduga pelaku yaitu dokter AY.
"Saksi yang telah diperiksa ada lima orang. Yaitu dua saksi pelapor, dua pegawai rumah sakit, saksi terlapor dan satu saksi yang merupakan teman dari pelapor," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, viral di media sosial tentang dokter Persada Hospital Malang berinisial AY yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasien.
Informasi terkait kejadian itu diposting langsung oleh terduga korban yang merupakan seorang perempuan asal Bandung, Jawa Barat berinisial QAR (31). (*)
sumber: TribunJatim.com