Dramatis! Grand Max Tabrak Isuzu Wagon di Jembatan Sulfat Malang, Terjun ke Jurang

Dramatis! Grand Max Tabrak Isuzu Wagon di Jembatan Sulfat Malang, Terjun ke Jurang

MALANG KOTA - Jurang di dekat Jembatan Sulfat kembali memakan ’korban’. Kemarin (10/7) sekitar pukul 13.10, mobil Daihatsu Gran Max bernopol L 9476 K terperosok di sana. Sebelum terjatuh, mobil tersebut sempat menyerempet dengan mobil Isuzu Wagon bernopol N 1844 YO.

Pengemudi mobil Gran Max diketahui bernama J. Abidin, 39, warga Dusun Krajan, Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Saat kejadian, Abidin ditemani oleh kernet. Awalnya dia melaju dari arah barat atau simpang empat Sulfat menuju ke timur. ”Diduga yang bersangkutan kurang konsentrasi, sehingga tidak menguasai laju kemudi,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu M. Isrofi.

Kendaraan pikap yang berisi empat kulkas dari Hartono Elektronik itu dikabarkan melaju melebihi markah jalan. Dengan jalan sedikit menikung menuju jembatan, laju kendaraan pun menjadi tidak terkendali. Pada waktu yang bersamaan, melintas mobil Station Wagon Isuzu bernopol N 1844 YO.

Mobil tersebut dikemudikan M. Yusuf, 45, warga Dusun Kapuran, Desa Menijo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Yusuf tidak sendiri, dia membawa serta 7 perempuan. Satu di antaranya masih berusia sekitar 11 tahun. Kedua kendaraan sempat berserempetan.

Selanjutnya, mobil Gran Max meluncur ke parit dengan kedalaman sekitar lima meter. Lokasinya tidak jauh dari aliran Sungai Bango. ”Dua orang yang naik Gran Max mengalami luka-luka. Sementara para penumpang dan sopir Isuzu Wagon selamat,” tambah Isrofi.

Dua orang yang terluka segera dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sementara para penumpang dan pengemudi Isuzu Wagon masih di tempat sampai sore karena proses mediasi dengan pihak Hartono Elektronik. Selain mobil, ada empat kulkas yang ikut jatuh ke parit. Sejatinya, kulkas-kulkas itu hendak dikirim ke rumah pelanggan.

Sementara itu, setelah melakukan mediasi, Yusuf beserta keluarganya langsung pulang. ”Kami pulang ke Lumajang setelah dari rumah saudara di Kelurahan Sawojajar. Lalu terlibat kecelakaan,” ucap Yusuf. Iwan, salah seorang warga di sana mengakui bahwa di Jalan Terusan Sulfat memang sering terjadi kecelakaan.

Sebab, kontur jalan antara jalan yang terhubung dengan jembatan seperti sambungan. Itu kerap membahayakan pengendara. Iwan yang tinggal di seberang lokasi kejadian menyebut kalau tahun ini sudah ada dua kecelakaan yang cukup parah.

Selain mobil yang terjun ke parit kemarin, pernah ada mobil rental yang kecelakaan sampai menabrak sisi berlawanan. ”Kalau yang sekarang (kemarin), pikapnya nabrak mobil lainnya dulu di depan pondok pesantren, lalu seperti ngepot,” tutur Iwan.