Dipicu Masalah Sepele, Siswa SMK di Malang Jadi Korban Pengeroyokan Belasan Pelajar
MALANG KOTA - Insiden pengeroyokan dialami salah satu siswa SMK di sekitar Jalan Andalas Tengah, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, kejadiannya berlangsung pada Rabu lalu (28/5), antara sore sampai malam hari.
Korban diketahui berinisial MA, 17. MA diketahui merupakan pelajar SMK di Kecamatan Klojen. Kejadian bermula saat dia pulang sekolah dan menuju ke rumah kosnya di Kecamatan Sukun. Menggunakan motor, MA diberhentikan oleh beberapa orang yang menggunakan jaket. Sesaat kemudian, korban langsung dikeroyok.
Beberapa menit berselang, muncul warga yang bernama Mardiyanto dan anggota Lanal Malang yang sedang piket, Hariyanto. Keduanya mendapati MA bersandar di pohon dalam kondisi luka parah. Melihat itu, MA langsung dibawa ke RSI Aisyiyah menggunakan ambulans Lanal Malang.
Mardiyanto juga melaporkan kejadian ke babinsa dan bhabinkamtibmas Kelurahan Kasin. Kejadian pengeroyokan itu sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polresta Malang Kota pada 28 Mei. Kabar tersebut dibenarkan Kapolsek Klojen Kompol Moch Budiarto.
”Orang tua korban sudah lapor ke Polresta Malang Kota,” kata dia saat dikonfirmasi koran ini. Saat ini, kasus tersebut dalam penanganan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota.
Pihak kepolisian juga sudah datang ke tempat korban dirawat untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikan belum bisa dilakukan menyeluruh karena kondisi korban masih lemah. Polisi juga sudah mengunjungi lokasi kejadian. Tujuannya untuk meminta keterangan kepada saksi warga maupun saksi yang membawa korban ke rumah sakit.
Jawa Pos Radar Malang lantas mengonfirmasi kakak MA yang berinisial NA. Menurut NA, kejadian bermula saat MA bercanda kepada teman perempuan yang sekelas dengannya. Bercanda yang disampaikan seputar kunci jawaban ujian. Namun, teman perempuannya tidak terima.
MA sudah berupaya meminta maaf. Setelah meminta maaf, nomor WhatsApp (WA) MA sempat diblokir teman perempuannya. Beberapa hari kemudian, TB, pacar dari teman perempuan MA itu mengajaknya bertemu.
”Tapi saat dihampiri untuk menyelesaikan masalah, TB membawa banyak orang. Jumlahnya sekitar 19 orang. Padahal awalnya minta berdua saja,” sebut NA. Dari belakang, banyak yang mengepung MA. Akibatnya, MA terluka di pelipis kanan, pelipis kiri, serta ujung bibir.
Saat ini, dia memastikan kondisi MA sudah membaik. Dalam laporannya ke polisi, pihak keluarga membawa hasil visum dari RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. NA menambahkan, keluarga sempat diminta untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan oleh keluarga TB.
Namun jika tetap ingin melaporkan, keluarga TB mempersilakan. ”Untuk biaya perawatan sebenarnya sudah ditanggung keluarga pelaku. Namun kami tetap melapor dan meminta 18 terduga pelaku lainnya dicari,” tegasnya.
Koran ini sudah berupaya mengonfirmasi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan tempat MA bersekolah. Namun pihak sekolah masih enggan berkomentar. Mereka hanya memastikan bahwa pihak sekolah sudah memberi pendampingan.