Diduga Dibunuh Anak, Warga Lansia Manyaran Wonogiri Ditemukan Tewas

Diduga Dibunuh Anak, Warga Lansia Manyaran Wonogiri Ditemukan Tewas

WONOGIRI — Aparat Satreskrim Polres Wonogiri memeriksa Dwi Utomo alias Uut yang merupakan anak Semi Rahayu, 65, yang meninggal dunia karena diduga menjadi korban pembunuhan.

Dwi sempat hilang saat warga menemukan jasad Semi tergeletak penuh darah di rumahnya, Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis (14/8/2025) petang.

Al Abidin Solo: Sekolah dengan Segudang Prestasi Nasional & Internasional

Dwi ditemukan di semak-semak di Desa Karanglor tidak terlalu jauh dari rumahnya. Pria itu sempat hilang saat warga menemukan jasad ibunya yang tergeletak penuh darah di belakang pintu utama rumah.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @resmobsambernyawa Polres Wonogiri pada Jumat (15/8/2025) siang, polisi yang berpakaian sipil menemukan dan menangkap Dwi Utomo dalam keadaan telanjang dada. Takarir di unggah itu menjelaskan bahwa Resmob Sambernyawa Polres Wonogiri telah menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Manyaran.

Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyatakan, Dwi Utomo yang dibawa ke Polres Wonogiri masih masih berstatus saksi. Polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti antara lain kaus korban yang terdapat noda darah yang sempat dibuang pelaku, parang, dan rambut pelaku.

Dia menyampaikan polisi akan mengungkap kasus ini melalui scientific crime investigation. Sejumlah barang bukti akan diuji di laboratorium forensik Polda Jawa Tengah. Jenazah Uut juga telah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Moewardi Solo untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Ihwal dugaan Dwi Utomo yang menjadi pelaku, Kapolres Wahyu menyebut hal itu masih perlu pendalaman. Dugaan yang menyebut Dwi mengalami gangguan jiwa pun masih perlu dibuktikan jika memang anak kedua dari Semi itu menjadi pelakunya.

”Nanti ada mekanismenya. Kami mengikuti aturan hukumnya. Kami menggunakan prinsip ilmiah untuk mengungkap kasus tindak pidana seperti ini,” ujar dia.

Ketua RT 01/RW 07 Dusun Mendonga, Joko Triyanto, mengatakan Semi Rahayu atau biasa disapa Uut itu ditemukan warga meninggal dunia di rumahnya pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu Joko yang membuka pintu utama rumah Uut setelah warga curiga keadaan rumah itu masih gelap tanpa nyala lampu.

Saat dibuka, tepat di belakang pintu, Joko dan sejumlah warga melihat tubuh Uut tergeletak dengan luka berat dan penuh darah. Di bawah kaki perempuan malang itu, suaminya hanya terdiam. Tak bergerak atau berbicara karena telah beberapa lama menderita penyakit stroke.

Setelah membuka pintu dan melihat jenazah korban, Joko dan warga kembali menutup pintu dan menyampaikan kejadian tersebut kepada kepala dusun untuk dilaporkan kepada polisi. Warga menduga kuat Semi telah meninggal dunia dengan cara dibacok.

”Begitu pintu saya buka, lihat jenazah itu. Saya tahu itu karena korban pembunuhan. Langsung saya tutup lagi, karena khawatir pelakunya juga masih di dalam. Saat itu yang kakung [suaminya] di sampingnya, diam saja,” kata Joko saat ditemui Espos di rumah duka, Desa Karanglor, Jumat (15/8/2025).

Dia menduga saat peristiwa pembunuhan itu terjadi, suami korban melihatnya. Sebab biasanya suami korban didudukkan di bangku ruang depan. Uut tinggal di rumahnya bersama suami dan Dwi Utomo.