Demo di Polresta Pati, Petani Pundenrejo Tuntut Penangkapan Pelaku Premanisme

Demo di Polresta Pati, Petani Pundenrejo Tuntut Penangkapan Pelaku Premanisme

PATI - Polresta Pati kembali didemo oleh petani dari Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati pada Senin (2/6).

Mereka kembali mempertanyakan aksi premanisme perusakan rumah sejumlah petani yang hingga kini belum diungkap.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Punden rejo (Germapun) membawa sejumlah poster berisi sejumlah tuntutannya. Seperti bertuliskan "Stop Premanisme, Keamanan Warga adalah Prioritas", " Satukan Suara! Lawan Premanisme", "Brantas Premanisme, Jaga Keamanan".

Mereka juga tampak bergantian berorasi di depan gerbang Mapolresta Pati.

Koordinator Germapun, Sarmin menyebut kedatangan mereka untuk mempertanyakan kelanjutan dari dugaan kasus premanisme yakni pengrusakan rumah. Mereka mendesak agar kasus itu dapat diusut tuntas.

Sarmin menyesalkan hingga saat ini telah ada empat bangunan yang dirobohkan paksa oleh sejumlah pria bertopeng.

Aksi dugaan perusakan itu telah terjadi sejak Maret 2025 lalu.

”Tuntutan warga agar polisi bisa memberantas premanisme dari bumi Pati. Ada empat rumah petani Pundenrejo yang dirusak dan dirobohkan. maka preman itu harus ditangkap dan diproses secara hukum dengan seadil-adilnya,” ungkap Sarmin.

Hanya saja Sarmin menyesalkan hingga saat ini belum ada preman yang berhasil diamankan.

Padahal dari bukti rekaman video dan foto terlihat terduga pelaku perusakan. Video dan foto itu juga telah beredar luas di media sosial.

"Dari aksi premanisme itu bahkan ada satu warga yang terluka saat mencoba menghalau aksi pengrusakan," tambahnya.

Aksi itu juga telah dilaporkan ke polisi pada 8 Mei 2025 lalu. Oleh karena itu mereka mendesak agar Polresta Pati bergerak cepat menangkap para pelaku premanisme tersebut.

"Kami berharap pelaku premanisme bisa segera ditangkap agar para petani merasa aman. Kami khawatir aksi serupa akan masih terus berlanjut lagi," ujarnya.