Bawa Molotov ke Aksi, Kelompok Diduga Provokator Bikin Kota Ricuh
Medan - Situasi unjuk rasa di Sumatra Utara kembali memanas setelah beredar video viral yang memperlihatkan massa membawa bom molotov di tengah kerumunan. Aksi ini menimbulkan kecaman luas karena dianggap sudah keluar dari koridor penyampaian aspirasi dan masuk ranah kriminalitas.
Dalam rekaman yang tersebar di media sosial, terlihat sekelompok orang yang tidak bergabung dengan massa aksi damai justru menyalakan dan melemparkan molotov. Tindakan itu membuat situasi semakin ricuh dan membahayakan keselamatan banyak orang.
Banyak pihak menilai, penggunaan molotov dalam aksi bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa dikategorikan sebagai tindakan teror karena berpotensi menimbulkan kerusakan besar. “Ini bukan aspirasi rakyat, tapi kriminalitas!” tulis salah satu komentar warganet.
Polisi menyebut tindakan semacam ini tidak bisa ditoleransi. Aparat menegaskan akan menindak tegas setiap pelaku yang kedapatan membawa atau menggunakan benda berbahaya di lokasi unjuk rasa.
Sejumlah tagar seperti #StopKerusuhan, #DemoDamai, #MolotovBerbahaya, dan #HatiHatiProvokator ramai digaungkan warganet sebagai seruan menjaga agar aksi tidak disusupi kelompok perusuh.
@roda_keadilan MASSA AKSI ATAU TERORIS? 😱 MOLOTOV DI TENGAH DEMO! “Apakah ini masih unjuk rasa atau sudah teror? 😡 Massa aksi membawa bom molotov, merusak demokrasi, dan membahayakan orang lain! Mereka seakan punya kelompok sendiri, tidak ikut massa damai, tapi sengaja membuat kerusuhan. Ada dalang di balik ini yang ingin negara ricuh. ⚠️ Ini bukan aspirasi rakyat, ini kriminalitas! Jangan biarkan kerusuhan seperti ini merusak kota kita!” #StopKerusuhan #DemoDamai #SumutWaspada #JagaDemokrasi #MolotovBerbahaya
♬ suara asli - RODA_KEADILAN - RODA_KEADILAN