Banyumas Siaga: Banjir dan Longsor Diprediksi Terjadi Hingga Pekan Depan

Banyumas Siaga: Banjir dan Longsor Diprediksi Terjadi Hingga Pekan Depan

BANYUMAS - Banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Banyumas dalam sepekan terakhir akibat hujan deras yang masih mengguyur di tengah musim kemarau.

Warga pun diminta tetap waspada lantaran hujan intensitas sedang hingga tinggi diperkirakan masih terjadi hingga sepekan ke depan.

Seperti Jumat (23/5/2025) siang, hujan deras disertai petir berlangsung beberapa jam di wilayah Purwokerto.

Hujan deras ini mengakibatkan tembok pembatas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giri Laya di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, ambrol sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian ini mengakibatkan sejumlah makam di TPU Giri Laya terancam longsor.

"Kejadiannya pas hujan lebat, temboknya ambruk dan hampir menimpa warung es buah yang ada di samping makam."

"Untung tidak ada korban. Tapi, gelas dan piring warung itu pecah semua," kata Bunasor, warga dekat lokasi kejadian.

Menurut Bunasor, tembok TPU Giri Laya yang roboh memiliki panjang sekitar 25 meter dengan tinggi tembok 1 meter dan pondasi mencapai 3 meter.

Banjir Rendam Dua Desa

Sementara, Kamis (22/5/2025) malam, hujan deras yang mengguyur Banyumas mengakibatkan banjir di Desa Prembun dan Desa Pesantren.

Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Budi Nugroho mengatakan, banjir Banyumas di dua desa tersebut dipicu luapan Sungai Manggis dan Sungai Kecepak.

"Hujan intensitas tinggi mengakibatkan Sungai Manggis dan Sungai Kecepak meluap ke Desa Pesantren dan Desa Prembun," kata Budi, Jumat, dikutip dari Kompas.com.

Akibat kejadian ini, kata Budi, tiga keluarga terpaksa diungsikan.

Menurut Budi, banjir Banyumas di dua desa ini juga merendam sekitar 100 hektar sawah di Desa Prembun.