Atribut Silat Picu Kekerasan: Pemuda Sragen Jadi Korban Siraman Minyak Panas

Atribut Silat Picu Kekerasan: Pemuda Sragen Jadi Korban Siraman Minyak Panas

SRAGEN - Suasana syahdu di sebuah warung makan di Dukuh Genengan, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Sragen mendadak jadi mencekam.

Aditya Bagus Saputra, 26, warga Sukodono menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pemuda tak dikenal, Minggu (6/7/2025) dini hari.

Pemicunya diduga karena seragam perguruan silat yang dikenakan korban. Kejadian bermula sekitar pukul 03.30 WIB.

Usai menghadiri acara pengesahan anggota perguruan silat, Aditya tengah menikmati hidangan bersama sang istri di warung makan. Tiba-tiba, sekelompok pemuda bertudung kepala menyerbu.

Tanpa basa-basi, mereka memukuli dan menendang Aditya. Puncaknya, korban disiram minyak goreng panas saat berupaya menyelamatkan diri.

”Korban dipukul, ditendang, bahkan disiram minyak goreng,” ujar Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi, Senin (7/7/2025).

Kurang dari 24 jam, Unit Resmob Polres Sragen bersama Reskrim Polsek Sukodono dan Polsek Gesi berhasil meringkus tiga terduga pelaku di kawasan Betek, Banyurip, Kecamatan Jenar.

Mereka adalah Reza Widya Pratama, 18 dari Tangen; EP, 16, pelajar asal Desa Katelan, Tangen; dan BSS, 14, pelajar dari Desa Mlale, Jenar.

Berdasarkan pemeriksaan, Reza mengaku memukul korban satu kali, EP tujuh kali, sedangkan BSS menendang korban sekali. Satu pelaku lain, Tejo masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

”Kami terus kejar pelaku yang kabur,” tegas kapolres.

Aditya sendiri mengalami luka lebam di punggung dan perut kanan, serta lecet di jempol kaki kiri.