Antisipasi Tawuran, Lurah Wonosari Gelar Patroli Gabungan di Wilayah Perbatasan
SEMARANG - Dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif, Lurah Wonosari, Dimas Nofa Sancoyo, memimpin langsung patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, pada Sabtu hingga Minggu dini hari, 5–6 Juli 2025.
Patroli gabungan ini melibatkan personel Linmas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, yang menyusuri jalan utama hingga gang-gang kecil di sekitar kelurahan.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengantisipasi tawuran remaja dan aksi kriminalitas seperti pencurian yang rawan terjadi selama libur sekolah.
“Kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan lingkungan yang aman dan tertib bagi warga. Apalagi saat ini isu tawuran remaja sedang meningkat,” kata Dimas.
Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Wonosari merupakan wilayah paling barat Kota Semarang dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Daerah perbatasan ini disebut cukup rawan, terutama di Jalan Rowosari atau Jalan Pantura, yang menjadi lokasi beberapa insiden tawuran sebelumnya.
“Saat malam Satu Sura kemarin, sempat terjadi tawuran di depan Masjid Al Haibah dan Gang Rowosari II.
Maka dari itu kami tingkatkan patroli, apalagi sempat beredar isu akan ada tawuran lanjutan pada 5 Juli,” ungkapnya.
Dalam patroli tersebut, petugas membubarkan sejumlah tongkrongan remaja yang masih berkumpul hingga dini hari di titik rawan tawuran, terutama di depan Gang Rowosari II.
Dimas menambahkan bahwa patroli Linmas rutin dilakukan tiap malam oleh masing-masing RW.
Namun, khusus malam itu digelar patroli gabungan lintas RW karena potensi kerawanan lebih tinggi, terutama di akhir pekan dan selama masa libur sekolah yang berlangsung hingga 14 Juli 2025.
“Biasanya tawuran terjadi antara pukul 02.30 hingga 03.00 WIB. Maka kami dari Linmas RW 1 sampai RW 9, bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para ketua RT dan RW, turut berkoordinasi dengan Polsek Ngaliyan untuk menjaga keamanan,” jelasnya.