Anggota Polda Jateng Gandeng Pemkab Kendal Branding Sport Tourism Curug 1000 Paralayang
KENDAL – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya lapangan pekerjaan, putra asli Kabupaten Kendal, Acmad Sutrisno anggota Polri Polda Jateng sekaligus penghobi olahraga dirgantara, berhasil mengembangkan wisata udara yaitu tandem “Curug 1000 Paralayang” yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal.
Setelah tiga bulan persiapan serta berkoordinasi dengan Pemkab Kendal melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, juga mengadakan audensi dengan Bupati Kendal, dirinya berhasil mendapat dukungan dari Pemkab Kendal.
Setelah ada lampu hijau dari pemda Kendal kegiatan uji terbang tahap awal dan tahap tiga mengundang pilot dari TNI AU Adi Soemarmo Surakarta dan beberapa pilot profesional serta berlisensi untuk mencoba terbang serta membaca ruang lingkup area takeoff dan landing serta pentingnya keselamatan wisata paralayang termasuk arah angin juga cuaca di lokasi terbang.
Puncaknya uji terbang ketiga pada 13 Oktober 2025 Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, ikut menikmati wisata paralayang bersama lima belas warga lokal dan luar Kendal.
Meskipun saat ini belum dilakukan grand opening wisata “Curug 1000 Paralayang” tiap weekend diburu kebanyakan kaum hawa yang hobby olahraga terbang dan alam, namun pada november ini sebagai bentuk dukungan nyata pemda Kendal akan membangun area takeoff agar lebih safety dan lebih nyaman.
“Kami mencoba untuk mengembangkan sport tourism di Kabupaten Kendal, dengan mempersembahkan wisata “Curug 1000 Paralayang” di Daya Tarik Wisata Curug Sewu. Alhamdulillah, antusiasme pemerintah daerah dan masyarakat sangat bagus, bahkan ibu Bupati juga ikut menjajal saat uji terbang,” ungkap Sutrisno, Jumat (31/10/2025).
Dibeberkan, saat ini pihaknya sudah melaksanakan tiga kali uji terbang. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk datang dan menikmati wisata DTW Curug Sewu.
Menurut Sutrisno, dengan adanya wisata “Curug 1000 Paralayang” sebagai upaya keterlibatan anggota kepolisian dalam upaya pengembangan potensi wisata di daerahnya.
“Ini membangun kemitraan kepolisian bekerja sama dengan pemerintah daerah, pengelola objek wisata, dan masyarakat setempat, seperti Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata. Hal ini untuk mengidentifikasi dan mempromosikan destinasi wisata lokal,” jelasnya.
Sebelumnya, saat mengikuti kegiatan uji terbang, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kehadirannya untuk memastikan paralayang Curug Sewu ini benar-benar terjamim keamanannya.
“Saya sudah mencobanya, tadi sudah menaiki paralayang yang tentunya didampingi oleh para penerbang profesional, sehingga terjamin keamanannya,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, saat terbang di udara, dirinya bisa melihat keindahan alam yang sangat indah, salah satunya melihat keindahan DTW Curug Sewu secara langsung dari udara.
Menurutnya, paralayang Curug Sewu nantinya akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara untuk datang ke Kendal.
“Tentunya pengalaman terbang dengan paralayang ini sangat luar biasa, karena secara langsung bisa melihat pemandangan alam yang sangat indah dari atas Curug Sewu yang merupakan wilayah pengunungan di Kabupaten Kendal,” ungkapnya.
Sementara, Kabid Pariwisata Disporapar Kendal, Ahmad Syahrul Falah mengatakan, pihaknya membuka lebar kerja sama dengan semua pihak, dalam rangka untuk mengembangkan pariwisata di Kendal, salah satunya dengan Anggota Polda Jateng untuk meramaikan DTW Curug Sewu.
Dirinya mengaku, dari pengunggahan beberapa kali kegiatan uji terbang “Curug 1000 Paralayang” di media sosial (facebook, instagram dan lain-lain), respon dari masyarakat sangat bagus.
“Dari komentar di FB dan IG, antusiasme masyarakat sangat bagus dengan adanya uji terbang. Mereka menanyakan, kapan mulai dibuka wisata “Curug 1000 Paralayang” dan berapa tarifnya. Ini tentunya, bisa meramaikan DTW Curug Sewu ke depannya,” kata Syahrul.
Ia juga menyebut, pihaknya telah menyusun jadwal operasional wisata “Curug 1000 Paralayang” yang akan dibuka setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Namum lanjutnya, juga melihat kondisi cuaca saat itu.
“Adanya wisata “Curug 1000 Paralayang” diharapkan bisa meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor pariwisara. Di mana nantinya, ada tiket terusan, yaitu dengan membeli tiket paralayang, otomatis bisa masuk dan berenang di kolam renang DTW Curug Sewu,” ungkapnya.