Anak Polisi di Kendal Dikeroyok Warga Usai Dituduh Sebagai Copet
KENDAL - Beredar video viral di jejaring media sosial dan grup Whatsapp yang menggegerkan masyarakat Kendal, Jumat (22/08/2025).
Video berdurasi 10 detik itu memperlihatkan seorang remaja dilempar ke sungai dan dilempari batu.
Belum diketahui penyebab remaja tersebut dilempar ke sungai dan dilempari batu oleh orang tak dikenal.
Tarsa Raka Zuhdi (15) warga kelurahan Sukodono kecamatan Kendal menjadi korban pengeroyokan belasan orang tak dikenal, Jumat (15/08/2025) lalu, di taman Kalireyeng kelurahan Kebondalem kecamatan Kendal kabupaten Kendal.
Anak dari anggota Polres Kendal ini dikeroyok dan dipukuli setelah dituduh mencopet di acara panggung hiburan konser musik.
“Kejadiannya seminggu lalu (15/08/2025) waktu ada acara musik di stadion Kebondalem. Anak saya dituduh mencopet dikeroyok terus dipukuli dan ditendangi oleh sekitar belasan orang,” kata Ayah Korban, Aipda Puas Agung Santoso.
Puas menjelaskan setelah dipukuli dan ditendangi, anaknya dilempar ke sungai Reyeng meski anaknya sudah mengaku tidak mencopet.
“Tidak hanya dipukuli dan ditendangi tapi anak saya juga dilempar ke sungai Reyeng. Padahal saat itu anak saya sudah mengaku bukan copet,” jelasnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban menderita luka sobek di kepala dan luka sobek jari tengah tangan kiri yang menyebabkan jari tengah diamputasi.
“Anak saya menderita luka sobek dibagian kepala dan luka sobek melingkar di jari tengah. Karena luka di jari tengah mengalami pembusukan terpaksa dokter mengamputasinya,” sambungnya.
Kejadian tersebut berawal saat korban nongkrong bersama teman-temannya di angkringan yang tidak jauh dari lokasi konser musik.
“Awalnya anak saya ini nongkrong di angkringan sama teman-temannya. Tempat angkringannya tidak jauh dari lokasi konser musiknya,” terangnya.
Kemudian dari lokasi konser musik, korban mendengar ada suara penonton yang berteriak copet.
Korban juga melihat sejumlah orang berlarian sambil mengejar pelaku copet.
“Di angkringan itu, anak saya dengar teriakan copet-copet dari kerumunan orang yang nonton musik. Dia juga lihat banyak orang lari ngejar copet,” lanjutnya.
Merasa penasaran, korban mencoba mendekati kerumunan orang yang mencari pelaku copet.
Saat itulah, korban malah dituduh dan diteriakin copet padahal korban sudah menjelaskan kalau dirinya bukanlah copet.
“Ya namanya masih anak-anak, dia penasaran dan terus mendekati kerumunan orang-orang yang cari copetnya. Terus ada beberapa orang yang menunjuk anak saya dan mengatakan itu copetnya,” tambahnya.
Namun orang-orang tak dikenal tersebut tidak mau mendengar penjelasan korban dan langsung mengeroyok korban.
“Anak saya sempat bilang kalau dirinya bukan copet tapi tetap saja mereka keroyok sambil mukuli dan nendang,” ujarnya.
Setelah dipukuli, korban kemudian dilempar ke sungai sambil dilempari batu.
Beruntung, korban ditolong warga sekitar dan langsung dibawa ke RSUD dr Suwondo Kendal.
Ayah korban yang tidak terima dengan perlakuan tersebut lamgsung melaporkan ke Mapolres Kendal.
“Habis dipukuli, korban dibuang ke sungai dan di lempari batu. Untungnya ada warga yang mau tolong anak saya dan dibawa ke RSUD dr Suwondo,” ucapnya.
“Ya jujur saja saya tidak terima dengan yang dialami anak saya karena dia sudah bilang bukan copet. Makanya saya sudah buat laporan ke mapolres Kendal,” ungkapnya.
Puas berharap para pelaku bisa segera ditangkap dan diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
“Harapan saya pelakunya segera tertangkap dan diproses hukum sesuai perbuatannya,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, membenarkan jika ada anak dari anggota polres Kendal yang menjadi korban pengeroyokan seminggu yang lalu karena dituduh mencopet.
“Benar mas, anak dari anggota kami telah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan orang tak dikenal. Korban ini dituduh mencopet,” kata Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar.
Kapolres menjelaskan polres Kendal sudah menerima laporan pengaduan dan saat ini Satreskrim Polres Kendal sedang mengumpulkan petunjuk maupun informasi.
“Kami sudah terima laporan pengaduannya dan Satreskrim Polres Kendal sedang mengumpulkan petunjuk maupun informasi,” jelasnya.
AKBP Hendry memastikan akan melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pengeroyokam.
“Kami pastikan akan melakukan pengejaran dan menangkap semua pelakunya,” pungkasnya.