Aliansi Buruh Demak Tegaskan Aksi Anarkis di Semarang Tidak Mewakili Aspirasi Buruh

Aliansi Buruh Demak Tegaskan Aksi Anarkis di Semarang Tidak Mewakili Aspirasi Buruh

JAKARTA - Aksi damai para buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (2/4/2025) berubah anarkis.

Gerombolan pria saling serang dengan aparat Kepolisian.

Hujan batu dan petasan menjadi penutup peringatan Hari Buruh yang semula berlangsung damai.

Terkait hal tersebut, Ketua Aliansi Gerakan Buruh Demak (Gebrak), Jangkar Puspito menyesalkan peristiwa itu.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, dirinya pun secara tegas menolak seluruh aksi anarkis dan berharap pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas kasus kerusuhan.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, nama saya Jangkar Puspito Ketua Aliansi Gerakan Buruh Demak (Gebrak) menyesalkan atas kejadian kerusuhan pada aksi May Day di Semarang, terjadi kerusuhan yang tidak diinginkan padahal aksi damai dari buruh," ungkap Jangkar dalam video.

"Yang kedua, menolak munculnya anakisme pada aksi-aksi buruh yang terjadi di 1 Mei ini karena kami cinta damai. Yang ketiga, kami berharap kepolisian menentang tegas pada pelaku yang berbuat anarkis sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tambahnya.

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Konferensi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Kabupaten Demak, menyampaikan rasa kekecewaannya terkait insiden yang terjadi pada perayaan Hari Buruh (May Day) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Menurut Jayus, perilaku anarkis yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu telah mengotori makna sebenarnya dari perayaan tersebut.

“May Day bagi kami adalah kesempatan untuk menyuarakan dan menyampaikan isu-isu yang terjadi di Jawa Tengah dan khususnya di Kabupaten Demak,” ungkap Jayus pada Jum’at (2/4/2025).

Jayus berharap agar pihak kepolisian dapat menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam perilaku anarkis tersebut sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan bahwa perayaan May Day dapat berlangsung dengan damai dan tertib di masa mendatang,” tambah Jayus.

Dengan demikian, Jayus dan DPD KSPN Kabupaten Demak berharap agar perayaan Hari Buruh dapat menjadi momentum untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak buruh tanpa adanya gangguan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.