Akpol Peduli Bencana Kirim Bantuan Besar untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Semarang – Aksi cepat tanggap kembali ditunjukkan Akademi Kepolisian (Akpol) lewat program Akpol Peduli Bencana untuk membantu masyarakat korban banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Pada Senin (8/12/2025), rombongan bantuan diberangkatkan langsung dari Gerbang Tanggon Kosala Akpol, dipimpin Gubernur Akpol Irjen Pol Midi Siswoko, S.I.K., didampingi Wagub Akpol Brigjen Pol Muhammad Taslim Chairuddin, para Dosen Kepolisian Utama, dan seluruh Pejabat Utama Akpol.
Aksi kemanusiaan tersebut bukan sekadar simbolis. Bantuan yang dikirim merupakan hasil penggalangan donasi dari seluruh personel Akpol, termasuk Taruna. Bantuan yang diberangkatkan terdiri dari: 21 karung pakaian layak pakai, 12 dus pakaian layak pakai, 30 dus mie instan dan Uang tunai Rp 300 juta.
Selain logistik, taruna dan jajaran Akpol juga menyiapkan tim relawan internal untuk membantu percepatan distribusi bantuan bersama perangkat daerah dan unsur Polri di lokasi bencana.
Gubernur Akpol Irjen Midi menyampaikan bahwa kepedulian sosial merupakan jati diri keluarga besar Akpol. Nilai empati dan kemanusiaan, ujarnya, bukan hanya bahan pelajaran, melainkan karakter wajib bagi calon perwira Polri.
“Bantuan ini kami kirimkan dengan penuh keikhlasan dari keluarga besar Akpol untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan. Semoga bisa meringankan beban dan segera bermanfaat bagi warga terdampak banjir,” ujar Irjen Midi.
Ia menegaskan, Akpol bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga bagian dari wajah Polri yang harus hadir dalam setiap kondisi darurat kemanusiaan.
Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui mekanisme penanganan bencana yang terkoordinasi dengan jajaran Polda Aceh, Polda Sumut, dan Polda Sumbar bersama BNPB dan pemerintah daerah.
Dengan semangat Presisi, gotong royong, dan kepedulian sosial, Akpol memastikan akan terus bergerak memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama saat Indonesia menghadapi situasi darurat bencana alam. (*)