53 Desa di Banyumas Alami Dampak Bencana Alam
Banyumas - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banyumas pada Rabu–Kamis (10–11/9/2025) memicu bencana alam di berbagai titik. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat, sedikitnya 53 desa di 20 kecamatan terdampak banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Kabid Kedaruratan BPBD Banyumas, Andi Risdianto, mengatakan bencana terjadi merata di wilayah dataran rendah maupun pegunungan. "Dari laporan aplikasi Ronwasna dan call center BPBD, bencana paling banyak berupa longsor di jalur permukiman dan akses jalan, selain banjir dan pohon tumbang," ujarnya, Jumat (12/9/2025).
Sejumlah wilayah tercatat paling parah terdampak, seperti Kecamatan Tambak yang mengalami longsor beruntun hingga menutup jalan kabupaten di Desa Watuagung dan mengisolasi puluhan kepala keluarga. Di Kecamatan Gumelar dan Lumbir, puluhan titik longsor menutup akses antar-desa dan bahkan membuat satu rukun warga terisolir.
Di wilayah dataran rendah, banjir melanda Kecamatan Purwojati, Rawalo, hingga Kebasen. Di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, banjir bahkan menyeret dua hewan ternak milik warga. Sementara di Rawalo, jembatan Kali Sungkalan roboh akibat terjangan longsor.
Selain itu, cuaca ekstrem juga memicu pohon tumbang di sejumlah titik, termasuk di wilayah perkotaan Purwokerto Selatan, Patikraja, dan Somagede. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material dan dampak akses warga cukup besar.
BPBD Banyumas bersama warga dan relawan telah melakukan penanganan darurat di sejumlah titik. "Kami masih terus melakukan pendataan lanjutan dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk percepatan penanganan di lapangan," tambah Andi.
Masyarakat diimbau tetap waspada, dengan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.