Wilayah Parung Kini Kondusif, Aktivitas Pembuatan Petasan Tak Lagi Ditemukan
Bogor - Wilayah Parung Bogor merupakan wilayah yang biasa disebut kampung petasan. Namun pusat pembuatan petasan kini telah digulung habis oleh polisi setelah marak isu bom tahun 2000. Para pengrajin petasan Parung mengaku saat ini hanya menjual petasan untuk hajatan.
Warga berinisial ARD (74) salah satu pengrajin petasan yang sudah dijalani keluarga besarnya sejak tahun 1970. ARD membuat petasan di rumahnya hingga menghabiskan kertas ratusan kilogram. "Itu sih bisnis turun temurun dari zaman dulu. Hasilnya lumayan bisa buat menambah masukan," tambahnya.
Kini, Kampung petasan telah senyap dari aktivitas membuat petasan di rumah. Namun demikian, beberapa warga mengaku masih menerima order petasan untuk acara hajatan dan pernikahan.
"Kala ada order kami bikin. Tapi itu juga harus hati-hati, tidak dijual bebas. Cuma jual ke hajatan. Cuma (bikin) sendiri. Pas-pasan buat makan aja. Kalau anak kecil enggak saya bolehin, bahaya," ujarnya.
Ia mengaku menjajakannya untuk menjaga tradisi adat. Walau, ia sudah tahu bahayanya petasan.
"Saya jualan cuma untuk acara hajatan, sunatan, dan nikahan saja,"
ia mengaku, menjual petasan ini hanya sebagai usaha sampingan.
Untuk mendapatkan bahan petasan itu, ARD membeli ke berbagai tempat. Salah satunya di Gunung Sindur dan Parung Panjang. ARD mengaku omzet dari penjualan petasan itu tidak terlalu banyak. "Dapatnya enggak seberapa, pas-pasan cuma buat makan," katanya.
Aparat keamanan dan pemerintah daerah terus melakukan penegakan hukum terkait maraknya penyalahgunaan petasan, khususnya mengantisipasi untuk menyerang petugas dalam aksi unjuk rasa maupun kejahatan lainnya.
Aparat kepolisian setempat (termasuk wilayah Parung dan sekitarnya) secara rutin menggelar razia dan penyitaan terhadap petasan berdaya ledak tinggi demi menjaga keselamatan umum. (*)