Wakapolri Turun Langsung Tinjau Satuan Samapta Polres Pemalang

Wakapolri Turun Langsung Tinjau Satuan Samapta Polres Pemalang

Pemalang – Langkah kaki orang nomor dua di Korps Bhayangkara itu menyusuri ruang pelayanan Polres Pemalang. Bukan sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Jumat (19/12/2025), menjadi catatan bersejarah bagi jajaran Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah.

Untuk pertama kalinya, Wakapolri turun langsung mengecek Ruang Pelayanan Terpadu Pamapta, pusat layanan yang menjadi wajah awal Polri dalam melayani masyarakat. Di ruangan itulah, laporan, pengaduan, hingga kebutuhan administrasi warga bermuara.

“Pamapta di tingkat Polres adalah garda terdepan pelayanan Polri. Harus cepat, tanggap, dan tetap humanis,” tegas Komjen Dedi Prasetyo di hadapan anggota.

Pamapta sendiri merupakan pelayanan terintegrasi yang memperkuat fungsi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Kehadirannya dirancang untuk memangkas jarak antara masyarakat dan Polri, agar pelayanan bisa diberikan secara optimal dan responsif.

Wakapolri juga menyampaikan visi besar Polri ke depan. Seluruh layanan Pamapta akan terhubung secara online, sehingga masyarakat dapat membuat laporan, pengaduan, hingga mengurus surat kehilangan dengan lebih mudah dan efisien.

“Ruang Pamapta Polres Pemalang sudah bagus. Petunjuk layanan seperti SKCK Online sudah tersedia dan ini perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Komjen Dedi melanjutkan pengecekan ke Command Center Polres Pemalang. Ia memastikan kesiapan personel dalam merespons laporan masyarakat melalui Call Center Polri 110, jalur cepat pengaduan warga.

“Setiap laporan harus direspon cepat. Jika lokasi kejadian jauh, Pamapta bisa langsung mendatangi TKP bersama jajaran Polsek,” pesannya, memberi motivasi langsung kepada anggota di lapangan.

Pamapta yang mencakup patroli, pengamanan, dan pelayanan masyarakat terpadu ini diharapkan mampu menghadirkan Polri yang profesional sekaligus humanis.

Bagi Wakapolri, kehadiran polisi bukan sekadar simbol, melainkan jawaban atas kebutuhan rasa aman masyarakat. “Polri harus selalu hadir saat masyarakat membutuhkan,” pungkasnya.

sumber: radarsemarang