Wakapolri Resmikan Pabrik Seragam Polisi di Pemalang, Serap 1.500 Pekerja

Wakapolri Resmikan Pabrik Seragam Polisi di Pemalang, Serap 1.500 Pekerja

Pemalang - Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, menghadiri pembukaan kembali sebuah pabrik garmen, PT. Akarsa Garment Indonesia, di Kabupaten Pemalang. Dedi pun menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan sembako kepada para pekerja di pabrik tersebut.

Acara tersebut berlangsung di lokasi pabrik tersebut di Jalan Lingkar Luar Pemalang, Desa Kabunan, Kecamatan Taman, pada Jumat (18/12/2025). Dedi menyempatkan diri untuk membagikan paket sembako kepada ribuan pekerja dan masyarakat. Aksi tersebut mencerminkan kedekatan dan kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pengoperasian pabrik merupakan langkah strategis dalam mendukung kemandirian produksi sekaligus memperluas lapangan kerja. Pada tahap awal, perusahaan telah menyerap 220 tenaga kerja lokal. Jumlah ini diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 1.500 pekerja saat kapasitas penuh tercapai.

"Instruksi kapolri jelas, kami ingin menghidupkan kembali pabrik yang berhenti beroperasi agar dapat menyerap tenaga kerja. Di sini (pabrik pemalang), Polri berkolaborasi untuk memproduksi kebutuhan internal secara mandiri," ujar Dedi di Pemalang, Jumat (19/12/2025).

Pabrik seluas 1,5 hektare ini memiliki target produksi hingga 2 juta potong perlengkapan per tahun. Produk yang dihasilkan mencakup seragam dinas Brimob dan Sabhara, serta perlengkapan perorangan seperti rompi pelindung tubuh dan topi. Infrastruktur pabrik didukung 900 unit mesin produksi dan fasilitas mes karyawan.

Direktur PT Akarsa Garment Indonesia Alfindra Amanda menjelaskan, setiap produk melalui riset dan pengembangan yang ketat guna memastikan ketahanan di lapangan. Khusus untuk seragam teknis, perusahaan melakukan puluhan kali uji petik sebelum diproduksi massal.

"Proses riset dan pengambilan sampel dilakukan berulang kali, bahkan mencapai 70 kali untuk seragam Brimob. Kami ingin memastikan spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan operasional personel," kata Alfindra.

Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari program desk ketenagakerjaan Polri untuk menggerakkan kembali ekonomi wilayah. Pabrik di Pemalang merupakan unit keenam milik perusahaan induk yang telah merencanakan ekspansi sejak 2015. Dengan beroperasinya fasilitas ini, ketergantungan pada pengadaan eksternal diharapkan berkurang seiring meningkatnya standar kualitas produksi dalam negeri.

Dedi pun mengapresiasi pelaku industri dan semua elemen masyarakat yang selalu menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Berkat sinergi Polri bersama pelaku industri dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, lapangan kerja di sejumlah daerah terus bertumbuh," ungkap Dedi , Jumat (19/12/2025).

Sebelumnya, pabrik garmen tersebut sempat tidak beroperasi. Pada hari ini, PT. Akarsa Garment Indonesia mengoperasikan kembali fasilitas pabrik tersebut.

Direktur PT. Akarsa Garment Indonesia, Alfindra Amanda, menjelaskan revitalisasi dilakukan usai mengakuisisi pabrik dengan luas sekitar 1,5 hektare itu. Kini, pabrik tersebut memiliki fasilitas berupa mess karyawan dan 900 unit mesin produksi.

"Revitalisasi pabrik ini menjadi langkah strategis untuk memulihkan lapangan kerja yang sempat hilang, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekitar," kata Alfindra.

Alfrinda menerangkan, pabrik tersebut dioperasikan kembali untuk mendorong kolaborasi dengan pelaku UMKM tekstil lokal, baik sebagai pemasok kain, aksesoris, maupun jasa pendukung produksi.

"Ketersediaan lapangan kerja menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat," imbuh Alfrinda. (*)