WAKAPOLDA BALI HADIRI PENINJAUAN MANUVER LATIHAN KESIAPSIAGAAN OPERASIONAL KOGABWILHAN II T.A. 2026

WAKAPOLDA BALI HADIRI PENINJAUAN MANUVER LATIHAN KESIAPSIAGAAN OPERASIONAL KOGABWILHAN II T.A. 2026

Denpasar – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., menghadiri undangan peninjauan Manuver Latihan dalam rangka Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Kogabwilhan II T.A. 2026 yang dilaksanakan di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, dan Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Sabtu, (8/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergitas dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya bencana gempa bumi dan dampaknya di wilayah pesisir Bali.

Dalam Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangkogabwilhan II, Wadankodiklat TNI, Forkompimda Bali dan Pejabat Utama Polda Bali dan unsur terkait lainnya.

Rangkaian latihan diawali di Pantai Mertasari, Sanur, dengan seluruh undangan menyaksikan informasi simulasi dari BMKG mengenai terjadinya gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Bali dan sekitarnya. Dalam skenario latihan, guncangan gempa dirasakan di wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Jembrana, Bangli, Karangasem, hingga Buleleng.

Simulasi tersebut menggambarkan langkah penanganan terpadu apabila terjadi bencana alam di kawasan pesisir Bali. Berbagai unsur dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, BMKG, tenaga kesehatan serta instansi terkait lainnya bersinergi dalam melakukan penanganan kedaruratan, mulai dari penyampaian informasi, pengamanan wilayah, proses evakuasi masyarakat dan korban, hingga penanganan pengungsi.

Pelaksanaan latihan terbagi dalam dua titik utama. Pantai Mertasari, Sanur, disimulasikan sebagai lokasi terdampak bencana dan menjadi titik awal pelaksanaan evakuasi. Sementara itu, Lapangan Niti Mandala Renon digunakan sebagai lokasi pengungsian dan pusat penanganan masyarakat yang telah dievakuasi.

Melalui simulasi tersebut, kemampuan koordinasi dan kesiapan seluruh unsur terkait diuji untuk memastikan setiap instansi memahami tugas serta perannya masing-masing sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Pada rangkaian kegiatan di Pantai Mertasari, Wakapolda Bali juga menerima cenderamata dari Pangkogabwilhan II sebagai bentuk penghargaan sekaligus simbol sinergitas dan soliditas antara TNI-Polri dalam mendukung kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

Usai peninjauan simulasi di Pantai Mertasari, Wakapolda Bali bersama seluruh undangan bergerak menuju Lapangan Niti Mandala Renon untuk meninjau Posko Latihan serta pelaksanaan bakti sosial.

Di lokasi tersebut, rombongan melakukan pengecekan terhadap berbagai sarana dan prasarana pendukung penanganan bencana, termasuk alutsista dan fasilitas dapur darurat yang disiapkan oleh masing-masing instansi, baik unsur pemerintah, TNI maupun Polri. Selain itu, turut ditinjau sarana penyediaan air bersih darurat sebagai salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat apabila terjadi situasi kedaruratan maupun pengungsian dalam skala besar.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, kegiatan juga dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako. Wakapolda Bali secara langsung menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Wakapolda Bali bersama para undangan melaksanakan makan bersama masyarakat yang berperan sebagai pengungsi dalam skenario latihan di Lapangan Niti Mandala Renon.

Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Made Astawa, S.I.K., menyampaikan bahwa latihan kesiapsiagaan seperti ini memiliki arti penting dalam membangun kesiapan seluruh unsur apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, terlebih Bali merupakan wilayah yang memiliki potensi terhadap berbagai jenis bencana alam.

“Latihan ini menjadi bagian penting untuk menguji kesiapan personel, sarana prasarana serta pola koordinasi antarinstansi dalam menghadapi situasi bencana. Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan sinergitas seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait,” ujar Wakapolda Bali.

Wakapolda Bali menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan penanggulangan bencana.

“Yang paling utama adalah bagaimana seluruh unsur dapat bergerak cepat dan terpadu untuk memberikan perlindungan, pertolongan dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui latihan ini, kami berharap koordinasi yang sudah terjalin dapat semakin kuat sehingga ketika menghadapi situasi sebenarnya, seluruh pihak telah mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tambahnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan juga membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat untuk memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik ketika menghadapi situasi darurat, mengikuti informasi dan arahan dari petugas serta memahami prosedur evakuasi. Kesiapsiagaan yang dibangun bersama akan sangat menentukan keberhasilan dalam meminimalkan risiko maupun korban akibat bencana,” tutup Wakapolda Bali.

Pelaksanaan LKO Kogabwilhan II T.A. 2026 mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menjadi sarana meningkatkan kemampuan dan sinergitas lintas instansi, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.