Tiga Shift, 24 Jam Nonstop! Begini Cara Polresta Malang Kota Jaga Kesiapsiagaan Banjir

Tiga Shift, 24 Jam Nonstop! Begini Cara Polresta Malang Kota Jaga Kesiapsiagaan Banjir

KOTA MALANG — Menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polresta Malang Kota bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan. Bersama Pemkot Malang, Kodim 0833, BPBD, PMI dan unsur relawan, Posko Tanggap Bencana resmi dioperasikan 24 jam penuh pada Kamis siang (11/12/2025) di halaman Ruko Jalan Letjen S. Parman.

Peresmian ini dilakukan sehari setelah rapat koordinasi tanggap bencana tingkat kota pada Rabu (10/11), sebagai bentuk respons cepat atas intensitas hujan tinggi dan kejadian banjir-longsor yang melanda beberapa titik di Kota Malang.

Posko utama ini ditetapkan sebagai pusat koordinasi, pusat informasi, sekaligus pusat respons cepat penanganan bencana hidrometeorologi. Fasilitasnya tergolong lengkap: tenda darurat, logistik kebencanaan, alat pemotong, perangkat penerangan portabel, hingga sistem komunikasi terpadu.

Kabagsumda Polresta Malang Kota Kompol Wahyu menyampaikan bahwa seluruh sarana disiapkan untuk memastikan penanganan darurat bisa dilakukan dalam hitungan menit.

“Posko ini menjadi pusat respons cepat 24 jam. Semua sarana bisa digunakan kapan saja jika situasi mendesak, termasuk peralatan kebencanaan yang sudah ditempatkan BPBD di tiap kecamatan,” ujar Wahyu.

Dua titik prioritas disiapkan di Lowokwaru dan Blimbing, dua kecamatan yang sempat terdampak banjir akibat limpahan air Sungai Brantas dan Amprong. Kondisi geografis Kota Malang menjadi perhatian serius, terutama aliran air dari Kota Batu, Tumpang, dan Poncokusumo yang berpotensi meningkatkan debit air saat hujan lebat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas di tiap kelurahan menjadi penguat sistem deteksi dini dan respons cepat di lingkungan terkecil.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono SH, SIK, MSi menegaskan bahwa kualitas personel menjadi titik penting. Ia memastikan bahwa seluruh anggota yang ditempatkan di Posko Tanggap Bencana merupakan personel dengan latar belakang Brimob.

“Personel di posko semuanya pernah berdinas di Brimob. Mereka punya kemampuan SAR dan penyelamatan, sehingga dapat bergerak cepat saat terjadi bencana,” tegas Kombes Nanang.

Setiap posko dioperasikan dengan sistem tiga shift, masing-masing delapan jam dengan delapan personel siaga yang sudah dibekali kapabilitas evakuasi, pertolongan pertama, hingga penanganan situasi darurat.

Selain meresmikan posko, rombongan Forkopimda juga meninjau jalur rawan dan memasang tanda jalur evakuasi di Gang Sidomulyo II, Kelurahan Purwodadi sebagai penguatan mitigasi berbasis komunitas.

Kombes Nanang juga mengimbau masyarakat agar responsif dan tidak ragu melapor bila menemukan potensi bahaya.

“Kami ingin masyarakat merasa aman. Silakan laporkan potensi bencana melalui Layanan Cepat 110 atau Jogo Malang Presisi di 0811-1272-000,” pungkasnya.

Dengan sinergi lintas sektor, kolaborasi dan peningkatan kewaspadaan di seluruh wilayah, Polresta Malang Kota memastikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem selama libur akhir tahun berada pada level terbaik demi keselamatan masyarakat. (*)