Telusuri Alur Distributor Pangan, Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Ketersedian Stock 14 Bapokting untuk Masyarakat

Telusuri Alur Distributor Pangan, Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Ketersedian Stock 14 Bapokting untuk Masyarakat

Bali - Guna memastikan ketersediaaan pangan dan juga untuk menghidari terjadinya kelangkaan stock kebutuhan 14 bahan pokok penting (bapokting) bagi masyarakat. Polda Bali melalui Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali, kembali turun langsung untuk menyusuri alur pendistribusian bahan, sekaligus melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) pasar.

Tergabung dalam Tim Satgas Saber Pangan Provinsi Bali, Ditreskrimsus Polda Bali bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bali, Bulog Kanwil Bali melaksanakan sidak pasar pada Pasar Kreneng, Distributor dan Ritail Modern Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Pada kegiatan tersebut, Satgas Pangan melaksanakan sidak pada Toko Sinar, Toko Daging Sapi dan potong ayam, serta Warung Bumbu Ibu Gek Sri yang berlokasi di Pasar Kreneng, distributor beras UD. Sari Bulan Utama yang berlokasi di Jalan Raya Cargo, serta ritel Modern Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

Selain melaksanakan penelusuran gudang distribusi bahan, dalam memastikan stock yang cukup pada kebutuhan pokok tersebut, Tim Satgas Saber Pangan juga tetap melakukan pengecekan pada penyesuaian harga jual seperti telur, cabai, bawang dan daging, agar sesuai demgan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Satgas Saber Pangan juga mengingatkan agar para pelaku usaha untuk tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Petugas juga menyampaikan bahwa apabila terjadi pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.

Melalui kegiatan sidak ini, diharapkan terjadi keterjangkauan harga, keterjaminan mutu pangan serta ketersediaan pangan, dan sekaligus juga dapat memastikan keamanan stock barang, sehingga masyarakat dapat memperoleh 14 Bapoting dengan harga wajar dan mudah untuk di Wilayah Bali. (*)