Tanamkan Kesadaran Sejak Dini, Satbinmas Polresta Pontianak Ajak Pelajar SMAN 3 Jauhi Judi Online dan NAPZA

Tanamkan Kesadaran Sejak Dini, Satbinmas Polresta Pontianak Ajak Pelajar SMAN 3 Jauhi Judi Online dan NAPZA

Pontianak, Polda Kalbar – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan taat hukum, Satbinmas Polresta Pontianak melaksanakan kegiatan edukasi tentang pencegahan judi online dan penyalahgunaan NAPZA kepada para pelajar SMA Negeri 3 Pontianak dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polresta Pontianak, AKP Agus Wandi, sebagai bagian dari upaya preventif Polri dalam memberikan pembinaan kepada pelajar sejak dini agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.

Dalam penyampaiannya, AKP Agus Wandi menjelaskan bahwa maraknya praktik judi online dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan mampu memahami dampak negatif yang ditimbulkan, baik terhadap masa depan, kesehatan, maupun konsekuensi hukum yang dapat dihadapi.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya judi online dan NAPZA, personel Satbinmas juga mengajak para siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial, menjauhi pergaulan yang negatif, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk tindakan yang melanggar hukum.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas AKP Agus Wandi menyampaikan bahwa kegiatan edukasi di lingkungan sekolah bertujuan membangun kesadaran hukum sejak dini, meningkatkan kepedulian pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA dan judi online, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh negatif.

"Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, serta mampu menjadi pelopor dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA dan praktik judi online di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujar AKP Agus Wandi.

Kegiatan berlangsung dengan interaktif melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Para peserta mengikuti edukasi dengan antusias sebagai bekal untuk menjalani masa pendidikan yang produktif, berkarakter, dan terhindar dari berbagai bentuk pelanggaran hukum.