Tanam Jagung Serentak Kuartal I, Polda Kalsel Optimalkan Tanah Laut sebagai Lumbung Jagung Daerah
Kalsel - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berkomitmen penuh dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mencanangkan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra produksi jagung di Kalimantan Selatan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., dalam kegiatan penanaman jagung serentak yang dipusatkan di Kelurahan Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut, Sabtu (7/32026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penanaman jagung serentak seluruh Indonesia yang dipimpin oleh Kapolri dari Sumatera Selatan.
Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan bahwa penetapan Tanah Laut sebagai sentra jagung bertujuan untuk memenuhi kebutuhan jagung di Kalimantan Selatan, khususnya untuk pakan ternak.
"Kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar 300.000 ton per tahun. Dengan menjadikan Tanah Laut sebagai sentra, kita berharap kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara mandiri," ujar Kapolda.
Saat ini, di lokasi Kelurahan Banyu Irang saja, terdapat sekitar 10 hektar lahan yang mulai ditanami. Target hasil panen diperkirakan mencapai 7 hingga 8 ton per hektar.
Kapolda menyampaikan gairah petani jagung di Kalimantan Selatan juga dilaporkan terus meningkat seiring dengan harga jual yang cukup baik dan stabil. Beliau merinci harga jagung saat ini yakni untuk Pipil Basah sebesar Rp.4.000 per kilogram, Kadar Air 17-18% (dengan dryer) sebesar Rp.5.500 per kilogram, Kadar Air 14% sebesar Rp.6.400 per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga saat panen raya nanti, pihak kepolisian dan pemerintah daerah sedang mengupayakan koordinasi dengan Bappenas agar Gubernur Kalsel memiliki wewenang mengeluarkan kebijakan khusus atau SK terkait perlindungan harga di tingkat petani.
Program ini juga melibatkan sinergi antara Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta berbagai pihak swasta dan BUMN seperti PT Inhutani dan PTPN.
"Kami bekerja sama untuk menyiapkan lahan-lahan yang bisa dipinjamkan kepada kelompok tani, termasuk pemanfaatan lahan perhutanan sosial. Tujuannya satu, yaitu memberikan kesejahteraan yang nyata bagi para petani kita," tutup Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. (*)