Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas di Babel Selamatkan Masa Depan Bocah Korban Penelantaran
PANGKALPINANG - Di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kelurahan Sinar Bulan, Pangkalpinang, Bangka Belitung menunjukkan sisi kemanusiaan yang menyentuh hati. Aipda Febri Wahyudi menjadi sosok penting dalam penyelamatan seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama Gabriel yang diduga menjadi korban penelantaran dan kekerasan.
Kisah itu bermula pada 6 Januari 2026 saat Aipda Febri menjalankan tugas rutin memediasi perselisihan warga di kantor kelurahan. Namun di tengah aktivitas tersebut, perhatian Febri tertuju pada seorang bocah yang datang dengan kondisi fisik memprihatinkan.
Gabriel terlihat sangat lemah. Tubuhnya membungkuk saat berjalan, sementara tangan dan kakinya dipenuhi luka koreng yang cukup parah. Kondisi itu membuat Bhabinkamtibmas bersama pihak kelurahan langsung bergerak cepat.
Tanpa menunggu lama, Gabriel dibawa ke Puskesmas Air Itam untuk mendapatkan penanganan medis awal. Kasus tersebut kemudian turut dilaporkan ke Dinas Sosial guna dilakukan pendampingan lebih lanjut.
Namun persoalan yang dialami Gabriel ternyata tidak berhenti di situ.
Pada 22 April 2026, warga kembali melaporkan kondisi bocah tersebut yang disebut semakin memburuk. Saat didatangi ke rumah kontrakannya, Gabriel ditemukan dalam kondisi terbaring lemah seorang diri.
Luka di tubuhnya tampak semakin memborok dan ia disebut belum makan. Situasi itu memunculkan keprihatinan mendalam dari aparat kelurahan dan warga sekitar.
Dari informasi yang dihimpun, ayah kandung Gabriel bekerja di tambang inkonvensional laut hingga malam hari sehingga anak tersebut kerap ditinggalkan sendiri tanpa pengawasan dan perawatan yang memadai.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, malam itu juga Aipda Febri bersama lurah, perangkat RT/RW dan tokoh masyarakat mengambil langkah penyelamatan darurat.
Dengan persetujuan ayah kandungnya, Gabriel kemudian diserahkan sementara kepada kakak perempuannya untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak.
Koordinasi lintas instansi pun terus dilakukan. Setelah berkomunikasi dengan Dinas Sosial serta memperoleh izin dari ibu kandung Gabriel, bocah itu akhirnya dibawa ke Panti Asuhan Muara Kasih.
Tak hanya itu, Gabriel juga menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di Rumah Sakit DKT untuk menangani kondisi kesehatannya yang cukup serius.
Dari hasil pemeriksaan medis, Gabriel diketahui mengalami pergeseran tulang belakang serta luka borok di sejumlah bagian tubuh, terutama tangan dan kaki. Selain itu, ia juga belum memiliki identitas kependudukan resmi.
Kini Gabriel resmi menjadi anak asuh panti asuhan dan mendapat pendampingan untuk proses pemulihan fisik maupun psikologisnya.
Kisah penyelamatan Gabriel menjadi gambaran nyata bahwa kehadiran seorang Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bukan hanya soal menjaga keamanan dan ketertiban. Lebih dari itu, polisi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, termasuk bagi anak-anak yang hidup dalam kondisi rentan dan membutuhkan pertolongan.
Langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan Aipda Febri Wahyudi bersama unsur kelurahan dan masyarakat pun mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menyelamatkan masa depan seorang anak yang nyaris luput dari perhatian lingkungan sekitar. (*)