Super Flu Ditemukan di Jatim, Warga Kota Malang Diimbau Gunakan Masker

Super Flu Ditemukan di Jatim, Warga Kota Malang Diimbau Gunakan Masker

MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk hidup sehat, termasuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya penyebaran virus Influenza A (H3N2) subclade K atau dikenal dengan super flu di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus Influenza A (H3N2) subclade K telah terdeteksi di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Tertinggi ditemukan di Jawa Timur, dengan jumlah mencapai puluhan kasus.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan bahwa belum ditemukan kasus baik suspek maupun terkonfirmasi di wilayah Kota Malang.

Meskipun demikian, masyarakat harus mewaspadai super flu ini karena tingkat keparahannya lebih berat dibandingkan flu pada umumnya. Kasus Influenza Naik Saat Pergantian Musim, Pastikan Gunakan Masker Artikel Kompas.id

“Untuk Kota Malang, sejauh ini belum ada laporan kasus. Namun, kami tetap mengingatkan masyarakat agar waspada dan tidak lengah,” kata Husnul saat ditemui, Minggu (4/1/2026).

Meski belum ada arahan teknis tertulis dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kota Malang telah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiagakan tenaga kesehatan di puskesmas dan posyandu.

Para tenaga kesehatan (nakes) diminta meningkatkan kewaspadaan serta melakukan deteksi dini apabila menemukan warga dengan gejala yang mengarah ke influenza berat.

“Jadi, apabila ditemukan ada yang bergejala yang mencurigakan, maka petugas bisa langsung melakukan deteksi awal dan merujuk pasien ke rumah sakit bila diperlukan,” ujar Husnul.

Selain itu, dia menyebut, fasilitas kesehatan di Kota Malang dinilai siap menghadapi kemungkinan munculnya kasus. Menurut dia, pengalaman selama Pandemi Covid-19 menjadi bekal penting bagi tenaga medis dalam penanganan penyakit menular.

“Baik tenaga kesehatan maupun fasilitas seperti puskesmas dan RSUD sudah siap. Kami juga berkoordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) jika dibutuhkan penanganan lanjutan,” kata Husnul.

Tanda atau Gejala

Terkait gejala, Husnul menjelaskan bahwa Influenza A (H3N2) memiliki tanda yang mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, tingkat keparahan super flu bisa lebih berat karena merupakan hasil mutasi virus.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta menggunakan masker saat merasa tidak sehat.

“Kami imbau agar masyarakat tidak bingung, tidak panik dengan adanya super flu ini. Tetap waspada dan jaga kesehatan, dengab cara menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengonsumsi makanan bergizi,” pungkasnya.

Sumber: kompas