Sterilisasi Gereja hingga 111 Pramuka Diterjunkan, Pengamanan Natal Malang Full Team

Sterilisasi Gereja hingga 111 Pramuka Diterjunkan, Pengamanan Natal Malang Full Team

Malang – Pengamanan perayaan Natal 2025 di Kota Malang dilakukan secara ketat dan berlapis. Polresta Malang Kota menerapkan pola satu gereja dijaga dua hingga tiga personel kepolisian, didukung TNI, petugas keamanan internal gereja, hingga 111 personel Pramuka yang turut diterjunkan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sehari sebelum ibadah Natal, Rabu (24/12/2025), aparat kepolisian melakukan sterilisasi menyeluruh di sejumlah gereja besar. Penyisiran dilakukan di Gereja Katedral Ijen, Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan, dan Gereja Katolik Santo Albertus de Trapani.

Kanit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polresta Malang Kota Ipda Bambang Sutrisno mengatakan sterilisasi gereja merupakan agenda rutin setiap menjelang Natal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah.

“Kami menyasar gereja-gereja dengan jumlah jemaat besar. Sterilisasi dilakukan untuk menjamin ibadah Natal berlangsung aman dan kondusif,” ujar Bambang.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan metal detector dan inspection mirror, dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan. Mulai dari Jihandak Brimob Polri, personel Tombak, Perintis, hingga unit K-9 diterjunkan untuk memastikan tidak ada potensi ancaman di dalam maupun sekitar area gereja.

Usai sterilisasi, aparat keamanan menempatkan personel di setiap gereja. Pola pengamanan dilakukan secara statis dan dinamis, dengan 2–3 personel polisi di satu gereja yang dibantu unsur TNI serta petugas keamanan internal gereja.

Dari sisi gereja, pengamanan juga diperkuat. Romo Paroki Gereja Katedral Ijen, Romo Petrus Prihatin, menjelaskan bahwa pihak gereja turut melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan menutup pintu gerbang gereja sejak siang hingga sore hari sebelum ibadah malam Natal.

“Kami juga menyiapkan pasukan pengamanan internal, yakni Pasukan Santo Mikael (PSM) sebanyak 30 orang. Mereka bersinergi dengan aparat keamanan untuk menjaga kenyamanan umat,” jelas Romo Petrus.

Untuk ibadah Natal, Gereja Katedral Ijen menggelar dua sesi pada malam Natal, sementara pada Hari Natal, Kamis (25/12/2025), terdapat lima sesi ibadah. Setiap sesi diikuti hingga 2.000 umat. Guna mengakomodasi jemaat yang membludak, gereja menyediakan kursi tambahan serta videotron, sehingga umat yang berada di luar gereja tetap dapat mengikuti rangkaian ibadah.

Tak hanya pengamanan gereja, dukungan juga datang dari Gerakan Pramuka. Sebanyak 111 personel Pramuka diterjunkan untuk membantu pengamanan selama libur panjang Nataru. Pelepasan relawan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kantor Kwarcab Pramuka Kota Malang, Rabu (24/12/2025).

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo mengatakan, ratusan personel tersebut akan disebar di delapan titik pengamanan, menyesuaikan pos pengamanan dan pos pelayanan Polresta Malang Kota.

“Titiknya antara lain di kawasan Ijen, Kayutangan, Universitas Brawijaya, Malang Creative Center (MCC), dan Stasiun Malang. Masa tugas mulai 24 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026,” kata Ginanjar.

Personel Pramuka yang terlibat berasal dari berbagai unsur, seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Kwartir Ranting, hingga Saka SAR dan BP-13 yang memiliki latar belakang kebencanaan. Untuk menjaga keselamatan anggota, sistem pengamanan dibagi dalam beberapa shift, dengan jam tugas dibatasi maksimal hingga pukul 22.00 WIB.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam pengamanan Nataru. Ia menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada perlindungan umat yang beribadah, wisatawan yang berkunjung, serta kelancaran lalu lintas jelang dan setelah pergantian tahun.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami bersinergi dengan TNI, Polri, dan Pramuka untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Wahyu.

Dengan pengamanan berlapis dan kolaborasi lintas sektor ini, Kota Malang optimistis perayaan Natal 2025 dan libur Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (*)