Sigap Tangani Karhutla, Peserta Didik Polri Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran di Banjarbaru
KALSEL - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan melibatkan 25 peserta didik Polri dari Sespimti Dikreg Ke-36, Sespimmen Dikreg Ke-67 dan SPPK Ke-4 Tahun 2026 turun langsung ke lapangan mengikuti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Baru Bandara, Banjarbaru, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian edukasi Polri kepada masyarakat tentang pencegahan dan dampak karhutla.
Sebelum turun ke lokasi, para peserta didik mengikuti pemaparan Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. di Rupatama Polda Kalsel. Peserta didik mendapat penjelasan mengenai kondisi karhutla di Kalimantan Selatan, tantangan penanganan di lahan gambut serta metode yang digunakan Polda Kalsel dalam menangani karhutla.
Usai pemaparan, peserta didik kemudian menuju lokasi karhutla di Jalan Baru Bandara. Di lokasi tersebut, mereka melihat sekaligus mengikuti proses pemadaman menggunakan cairan surfaktan MES, pipa tusuk gambut dan suplai air dari bioflok.
Penanganan di lapangan juga didukung drone thermal untuk mendeteksi titik panas. Hasil pemantauan digunakan untuk menentukan lokasi yang menjadi sasaran pemadaman sehingga penanganan dapat diarahkan pada titik panas yang terdeteksi.
Salah satu peserta didik Sespimti Polri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kuliah Kerja Profesi. Para peserta didik bergabung dengan Satgas Karhutla untuk melihat proses identifikasi dan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
“Kami di sini selain memberikan edukasi untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, juga sekaligus melihat bagaimana manajemen yang dilakukan oleh Polda Kalimantan Selatan dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan yang dilakukan Polda Kalsel melalui penggunaan drone thermal dan cairan surfaktan membuat proses pemadaman lebih terarah. Peserta didik juga dapat melihat secara langsung tantangan penanganan karhutla di lahan gambut.
“Dengan pendekatan ini, dengan inovasi ini, pekerjaannya jadi bisa dilakukan dengan lebih efektif,” katanya.
Peserta didik lainnya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana teknologi drone thermal digunakan untuk menemukan hotspot, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman menggunakan cairan surfaktan.
Hasil dari kegiatan Kuliah Kerja Profesi tersebut nantinya akan dituangkan dalam laporan. Laporan itu diharapkan dapat memuat kesimpulan serta saran dan masukan bagi Polda Kalsel dalam penanganan karhutla selanjutnya.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa keterlibatan peserta didik di lapangan memberikan pengalaman langsung mengenai proses identifikasi, penanganan hingga pemadaman karhutla.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran peserta didik untuk memahami secara langsung bagaimana personel, teknologi dan metode pemadaman digunakan dalam menangani karhutla, khususnya di kawasan gambut.