Respons Cepat Polri, Tindaklanjuti Laporan Anak yang Mencari Pertolongan untuk Ibunya

Respons Cepat Polri, Tindaklanjuti Laporan Anak yang Mencari Pertolongan untuk Ibunya

JAKARTA – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Pontianak Barat, Polresta Pontianak, Polda Kalimantan Barat, dalam menindaklanjuti laporan seorang anak yang berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju kantor polisi untuk meminta pertolongan bagi ibunya yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Peristiwa ini menjadi gambaran pentingnya kehadiran polisi yang responsif dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, termasuk anak-anak yang membutuhkan pertolongan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir memberikan perlindungan, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak.

“Polri ingin memastikan masyarakat, termasuk anak-anak, merasa aman dan terlindungi ketika membutuhkan pertolongan. Keberanian anak ini untuk mencari bantuan harus menjadi perhatian bersama, sekaligus mengingatkan kita bahwa masyarakat perlu merasa dekat dengan polisi dan tidak takut untuk melapor,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10/2026). Setelah menerima laporan, personel Patroli Enggang Polsek Pontianak Barat segera mendatangi lokasi di kawasan Jalan Komyos Sudarso, Gang Kenari 2, Pontianak Barat. Petugas mendapati korban berinisial N dalam kondisi syok dan mengalami luka pada bagian bibir. Berdasarkan keterangan korban, dirinya diduga mengalami kekerasan fisik oleh suaminya.

Korban kemudian dibawa ke Polsek Pontianak Barat untuk membuat laporan pengaduan dan menjalani proses pemeriksaan. Visum et repertum di Rumah Sakit Bhayangkara juga telah dilakukan, sementara korban telah dimintai keterangan melalui BAP. Adapun suami korban masih dalam pencarian polisi karena belum kembali sejak kejadian. Penanganan perkara terus berjalan, dengan rencana mediasi yang tetap memperhatikan kondisi dan perlindungan korban.

Trunoyudo menambahkan, kejadian ini sejalan dengan harapan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar anak-anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi saat melihat polisi, bukan justru merasa takut.

“Harapan Bapak Kapolri adalah agar polisi menjadi sosok yang memberikan rasa aman bagi anak-anak. Karena itu, setiap anggota harus hadir dengan sikap humanis, tanggap terhadap laporan, dan siap membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli dan tidak ragu melaporkan dugaan kekerasan di lingkungan sekitar. Kepedulian bersama dan kecepatan dalam mencari pertolongan diharapkan dapat membantu melindungi korban serta mencegah terjadinya kekerasan yang lebih lanjut.