Rekap Operasi Lilin Semeru 2025 Malang: Teguran Presisi Naik 50 Persen, Polisi Kedepankan Edukasi

Rekap Operasi Lilin Semeru 2025 Malang: Teguran Presisi Naik 50 Persen, Polisi Kedepankan Edukasi

MALANG - Operasi Lilin Semeru 2025 yang digelar Polresta Malang Kota selama momentum pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 resmi berakhir. Selama 14 hari pelaksanaan, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, aparat kepolisian mencatat peningkatan signifikan pada tindakan teguran presisi terhadap pelanggar lalu lintas di wilayah Kota Malang.

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, mengungkapkan bahwa sepanjang operasi berlangsung terdapat 256 pelanggar lalu lintas yang dikenai teguran presisi. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 50,59 persen dibandingkan Operasi Lilin Semeru 2024, yang mencatat 179 teguran.

“Peningkatan ini mencerminkan pendekatan humanis dan preventif yang kami kedepankan selama Operasi Lilin Semeru 2025. Mayoritas pelanggaran yang ditemukan bersifat ringan dan masih bisa diselesaikan melalui pembinaan di lapangan,” ujar Kompol Wiwin, Selasa (6/1/2026).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, penindakan pelanggaran lalu lintas melalui kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) belum dapat diterapkan secara optimal pada Operasi Lilin Semeru 2025. Hal tersebut disebabkan oleh proses peningkatan jaringan server pada E-TLE mobile serta kerusakan E-TLE statis pasca aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025.

“Pada Operasi Lilin Semeru 2024, penindakan dilakukan secara lengkap, baik melalui teguran presisi maupun E-TLE. Saat itu, tercatat sebanyak 585 pelanggar tertangkap kamera E-TLE,” jelas Wiwin.

Meski demikian, pengawasan dan pengamanan selama Operasi Lilin Semeru 2025 tetap berjalan maksimal. Sebanyak 300 personel gabungan dari unsur Polri dan instansi terkait diterjunkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

Personel tidak hanya ditempatkan di pos pengamanan dan pos terpadu, tetapi juga disebar di sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan. Di antaranya Jalan Soekarno Hatta, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kawi, hingga kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat saat libur akhir tahun.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi lalu lintas di Kota Malang selama malam pergantian tahun dan arus balik libur Nataru terpantau relatif terkendali.

“Arus lalu lintas cenderung ramai lancar. Kepadatan sempat terjadi di kawasan Kayutangan Heritage, namun masih bisa diurai dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kemacetan panjang,” pungkas Wiwin. (*)