Pulihkan Psikologis Anak, Polres Kudus Gandeng Tim Psikologi Polda Jateng Pasca Banjir

Pulihkan Psikologis Anak, Polres Kudus Gandeng Tim Psikologi Polda Jateng Pasca Banjir

KUDUS – Kepolisian Resor Kudus bekerja sama dengan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah mengadakan kegiatan pendampingan psikososial bagi warga terdampak banjir di sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Kudus, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan untuk membantu pemulihan kondisi mental masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak mengalami tekanan psikologis berkepanjangan akibat bencana banjir. Pendampingan dilakukan secara langsung di lokasi pengungsian oleh tim psikologi yang dibantu personel Polres Kudus.

Tim trauma healing menyambangi beberapa lokasi pengungsian, di antaranya Aula Gedung DPRD Kabupaten Kudus, TPQ Kuriyathul Fikri di Desa Pasuruhan Lor, serta Gedung NU Center di Desa Loram Kulon.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti permainan edukatif dan sesi motivasi. Tim juga membagikan makanan ringan serta memberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kemandirian selama berada di pengungsian.

Selain pendampingan psikologis, Bag Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok yang diserahkan melalui koordinator dapur umum untuk didistribusikan kepada para pengungsi.

Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jateng, AKBP Ahli Rumekso, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis masyarakat pascabencana, terutama anak-anak.

“Melalui pendampingan ini, kami berharap anak-anak tetap ceria dan para pengungsi dapat mengurangi beban trauma, sehingga proses pemulihan mental bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga mencakup upaya kemanusiaan.

“Kami berupaya hadir secara menyeluruh, baik dalam pengamanan maupun pendampingan sosial. Harapannya, warga terdampak banjir dapat segera pulih dan bangkit dari kondisi sulit ini,” kata AKBP Heru.

Salah satu pengungsi, Siti Aminah, mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif, terutama bagi anak-anak yang selama ini harus bertahan di pengungsian.

“Anak-anak jadi lebih ceria dan tidak terus merasa sedih. Sebagai orang tua kami merasa lebih tenang. Terima kasih kepada Polri dan tim psikologi yang sudah mendampingi kami,” ungkapnya.

Kegiatan psikososial dan trauma healing ini mendapat sambutan positif dari para pengungsi. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi, sementara warga dewasa mengapresiasi kepedulian jajaran Polda Jawa Tengah dan Polres Kudus yang terus mendampingi masyarakat selama masa bencana.

sumber: betanews.id