Prabowo Temui Pengungsi Banjir Agam, Huntara Dibangun Sebulan, Huntap 70 m²

Prabowo Temui Pengungsi Banjir Agam, Huntara Dibangun Sebulan, Huntap 70 m²

Agam — Presiden RI Prabowo Subianto menunjukkan kedekatan dan empatinya kepada para korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Saat mengunjungi posko pengungsian di SD Negeri 05 Kayu Pasak, Palembayan, Prabowo tak hanya meninjau kondisi warga, tetapi juga mencairkan suasana dengan mengajak para pengungsi bermain tebak-tebakan nama menteri Kabinet Merah Putih.

Pantauan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/12), Prabowo tampak duduk dan bercengkrama santai bersama warga. Di tengah suasana pengungsian, ia melemparkan pertanyaan sederhana yang langsung disambut antusias.

“Pak siapa namanya Menteri Dalam Negeri?” tanya Prabowo kepada warga.

“Pak Tito!” jawab para pengungsi serempak.

Prabowo kemudian melanjutkan kuis dadakannya dengan menyebut satu per satu pejabat yang hadir dalam rombongan. Tak sedikit warga yang tampak hafal nama-nama jajaran kabinet dan pimpinan lembaga negara.

“Kalau Kapolri siapa namanya?” tanya Prabowo lagi.

“Pak Sigit!” sahut warga kompak.

Prabowo pun meminta warga menyebutkan nama lengkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Spontan, warga menjawab dengan lantang, “Prabowo!”

Mendengar jawaban tersebut, Prabowo tersenyum dan langsung memberikan respons khasnya.
“Nah itu yang benar, nanti dapat hadiah ya,” ujar Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Di balik suasana hangat tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanganan pascabencana. Ia memastikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para korban sudah dimulai dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

“Hunian sementara sudah mulai dibangun. Targetnya sebulan selesai, supaya ibu-ibu dan bapak-bapak tidak perlu tinggal di tenda lagi,” kata Prabowo.

Tak hanya itu, Prabowo juga menjanjikan hunian tetap (huntap) yang layak dan berkualitas bagi warga terdampak. Ia menyebut desain hunian tetap telah dipersiapkan dengan ukuran yang cukup luas dan layak huni.

“Saya lihat kualitasnya bagus, luasnya juga cukup. Hunian tetap sekitar 70 meter persegi,” ungkapnya.

Prabowo menegaskan pemerintah pusat tidak akan tinggal diam menghadapi bencana yang melanda Sumatra Barat. Seluruh unsur pemerintah, kata dia, saat ini bekerja keras untuk memastikan penanganan darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Negara harus hadir. Kita semua bekerja keras agar masyarakat bisa kembali hidup normal secepatnya,” tegas Prabowo.

Kunjungan ke Agam ini merupakan bagian dari agenda Presiden Prabowo meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat. Prabowo tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, pada Rabu (17/12) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan menyambangi tiga kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar, guna memastikan penanganan bencana dan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.