Polda Jateng Kawal Ketahanan Pangan, Polisi Turun Langsung Dampingi Petani
Semarang – Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya mengawal program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui keterlibatan aktif dalam sektor pertanian. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya lewat pengamanan, tetapi juga pendampingan dan pelayanan langsung kepada masyarakat petani.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan, peran Polri dalam sektor pangan menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan produktivitas pangan agar dapat berjalan beriringan.
“Polda Jawa Tengah berkomitmen mengawal sektor pangan melalui pengamanan, pendampingan, dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga stabilitas kamtibmas dan produktivitas pangan dapat berjalan beriringan,” ujar Artanto di Semarang, Kamis (9/1/2026).
Menurutnya, keterlibatan Polri di sektor pertanian merupakan wujud kehadiran negara dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan nasional.
“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penggerak dan pendamping masyarakat,” tambahnya.
Artanto menjelaskan, pendampingan yang dilakukan Polri diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional. Sinergi lintas sektor antara Polri, pemerintah daerah, Perhutani, serta kelompok tani menjadi faktor kunci keberhasilan program ketahanan pangan tersebut.
Ia berharap program pendampingan dan pengawalan sektor pertanian dapat terus berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani di Jawa Tengah.
“Dengan program yang berjalan konsisten dan berkelanjutan, kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi yang humanis dan solutif akan tetap terjaga,” kata Artanto.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo turut melaksanakan panen raya jagung di lahan hutan sosial BKPH Jembolo Selatan, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Lahan binaan Polres Semarang seluas 690 hektare tersebut tercatat mampu menghasilkan 45,94 ton jagung. Hasil panen ini menjadi indikator keberhasilan sinergi antara Polri, Perhutani, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat. (*)