Pelayanan Publik Jadi Prioritas, Ini Terobosan Kapolresta Nanang Haryono
KOTA MALANG - Selama 14 bulan menjabat sebagai Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat dan membumi. Di tengah dinamika sosial Kota Malang yang kerap diwarnai aksi massa, isu sensitif, hingga tantangan kriminalitas perkotaan, Nanang dikenal sebagai pemimpin yang tenang, tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Nanang tak segan turun langsung ke lapangan memimpin pengamanan, terutama saat kota menghadapi momentum krusial. Dalam setiap situasi, ia memilih strategi merangkul dan berkolaborasi, menggandeng TNI, Pemerintah Kota Malang, tokoh masyarakat, hingga elemen mahasiswa demi menjaga kondusivitas wilayah.
Pendekatan persuasif menjadi ciri khas kepemimpinannya. Namun demikian, ketegasan tetap menjadi prinsip utama demi menjamin rasa aman warga. “Selain mengawal Astacita Presiden, tugas utama kami adalah menghadirkan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Nanang, Rabu (14/1/2026).
Di bawah kepemimpinannya, Polresta Malang Kota tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif dalam isu-isu sosial. Pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak hingga dukungan terhadap vaksinasi HPV gratis untuk ribuan remaja putri menjadi bukti bahwa tugas kepolisian dipandang secara lebih komprehensif—melindungi masa depan generasi muda.
Di internal kepolisian, Nanang membangun budaya kerja yang disiplin dan responsif. Rutinitas commander wish setiap pagi menjadi sarana menggerakkan personel untuk hadir membantu masyarakat di jam-jam sibuk, mengurai kemacetan, sekaligus memberikan edukasi tertib berlalu lintas.
Pendekatan simpatik seperti pemberian helm gratis kepada pengendara yang melanggar juga menjadi warna tersendiri. Teguran disampaikan tanpa intimidasi, namun tetap memberi efek jera. Hasilnya, kepercayaan publik terhadap Polresta Malang Kota terus meningkat.
Berbagai kasus kriminal besar berhasil diungkap selama masa jabatannya. Mulai dari pengungkapan jaringan narkoba skala besar, penyelamatan korban penculikan anak dalam hitungan jam, hingga penindakan tegas terhadap kejahatan yang menyasar anak dan perempuan.
Inovasi pelayanan publik juga menjadi fokus. Polresta Malang Kota menghadirkan layanan WhatsApp di nomor 0811-3780-2000 yang dilengkapi fitur panic button. Dengan satu sentuhan, laporan warga beserta lokasi dapat langsung diterima petugas untuk ditindaklanjuti secara cepat.
“Aplikasi WhatsApp dengan fitur panic button ini sangat membantu kami dalam identifikasi kejahatan sejak dini,” ungkap Nanang.
Peran Bhayangkari selama masa kepemimpinan Nanang turut memberi dampak nyata. Bersama sang istri, Nany Nanang Haryono, berbagai kegiatan sosial rutin digelar, mulai dari bantuan untuk warga kurang mampu, anak yatim, hingga program sembako murah. Kehadiran Bhayangkari menjadi jembatan emosional yang mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Kini, saat tongkat estafet kepemimpinan diserahkan, Kombes Pol Nanang Haryono meninggalkan fondasi yang kokoh. Bukan hanya dalam bentuk capaian kinerja, tetapi juga rasa aman, pelayanan yang semakin responsif, serta hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian dan warga Kota Malang.