Pegang Asta Cita Presiden, Kapolresta Malang Kota Dorong Keamanan Humanis hingga Vaksin HPV Gratis untuk Ribuan Anak

Pegang Asta Cita Presiden, Kapolresta Malang Kota Dorong Keamanan Humanis hingga Vaksin HPV Gratis untuk Ribuan Anak

MALANG - Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono menegaskan peran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak perlindungan sosial dan pembangunan sumber daya manusia. Berpijak pada Asta Cita Presiden RI serta arahan pimpinan tertinggi Polri, Nanang memimpin jajarannya menghadirkan rasa aman yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Malang.

Pendekatan yang ditempuh tak melulu represif. Bersinergi dengan TNI, Pemkot Malang, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur kepemudaan, Polresta Malang Kota mengedepankan langkah persuasif, humanis, namun tetap tegas dan terukur dalam setiap pengendalian situasi kamtibmas.

Selain fokus pada stabilitas keamanan, Nanang aktif mengawal program prioritas nasional. Salah satunya melalui pendampingan dan pengamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi jangka panjang mencetak generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Tak berhenti di sana, Polresta Malang Kota juga menginisiasi vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) gratis bagi 6.500 anak perempuan usia 15 tahun. Program ini menjadi langkah preventif mencegah kanker serviks sekaligus memperluas peran Polri dalam perlindungan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Keamanan dan masa depan generasi muda adalah satu kesatuan. Anak-anak harus tumbuh sehat, aman, dan bahagia agar potensi fisik, psikis, serta intelektualnya berkembang optimal,” ujar Nanang.

Dalam keseharian, kepemimpinan Nanang tercermin melalui program Commander Wish yang dijalankan rutin setiap pagi. Personel Polresta diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat di jam sibuk, mengurai kemacetan, serta memberikan edukasi lalu lintas secara humanis. Pelanggaran ringan tidak langsung ditindak secara represif, melainkan dibarengi edukasi bahkan pemberian helm gratis demi membangun kesadaran kolektif.

Hasilnya terlihat nyata. Selama hampir satu tahun kepemimpinannya, Polresta Malang Kota berhasil menyelamatkan lebih dari 71.526 anak dari ancaman narkoba, mengungkap peredaran ganja seberat 20 kilogram, serta membongkar kasus penculikan anak dalam waktu kurang dari empat jam tanpa korban luka. Penindakan terhadap predator seksual anak, pelaku pembunuhan, hingga kejahatan jalanan lainnya turut menekan angka kriminalitas secara signifikan.

Untuk mempercepat respons darurat, Polresta Malang Kota juga meluncurkan inovasi layanan berbasis teknologi, salah satunya fitur panic button yang terintegrasi dengan layanan WhatsApp. Dengan satu sentuhan, laporan ancaman langsung terkirim ke markas beserta titik lokasi kejadian, memungkinkan respons cepat dan presisi.

Keberhasilan ini diperkuat peran Bhayangkari Cabang Kota Malang di bawah kepemimpinan Nany Nanang Haryono. Melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi, Bhayangkari menjadi wajah Polri yang ramah dan dekat dengan masyarakat. Mulai dari bakti sosial, bantuan bagi warga kurang mampu, hingga bazar murah yang mampu menjual ratusan paket sembako hanya dalam hitungan jam.

Sinergi kepemimpinan tersebut ditutup dengan peresmian gedung Bhayangkari Cabang Kota Malang yang baru—simbol dedikasi, kekompakan, dan pengabdian dalam membangun institusi yang humanis dan berintegritas. (*)