Panen Jagung Serentak Kuartal IV, Polda Jateng Perkuat Stok Pangan dan Kesejahteraan Petani
Semarang - Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar Polda Jawa Tengah di Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional panen jagung serentak yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten Bekasi dan diikuti seluruh jajaran Polda di Indonesia secara virtual, Kamis (8/1/2026).
Panen raya yang dilaksanakan di lahan hutan sosial BKPH Jembolo Selatan, KPH Semarang, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, tersebut memanfaatkan lahan seluas tiga hektare. Kehadiran Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Semarang menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Selain memanen jagung, Kapolda Jateng juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada kelompok tani sebagai bentuk apresiasi atas peran petani yang selama ini menjadi mitra Polri dalam menyukseskan program pangan. Pendampingan intensif yang dilakukan Polri, mulai dari penyiapan lahan, penggunaan bibit unggulan, hingga pascapanen, dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengungkapkan bahwa hingga akhir Kuartal IV 2025, total hasil panen jagung dari lahan binaan Polres Semarang mencapai 45,94 ton dan telah disalurkan ke Bulog sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan nasional. Ke depan, pihaknya menargetkan peningkatan luasan lahan serta produktivitas, termasuk melalui pengembangan benih jagung lokal unggulan Serasi 38 yang mampu menghasilkan rata-rata hingga 10 ton per hektare.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa keterlibatan Polri di sektor pertanian merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi penggerak kesejahteraan melalui program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Perhutani, dan kelompok tani diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menopang ketersediaan pangan nasional secara berkelanjutan. (*)