Nelayan Hilang di Laut Pati, Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian

Nelayan Hilang di Laut Pati, Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian

PATI - Tim SAR gabungan dari Satpolairud Polresta Pati bersama TNI Angkatan Laut (AL) masih melanjutkan pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

"Korban dinyatakan hilang saat melaut dan dihantam badai di perairan Laut Jawa pada Rabu (21/1). Saat kejadian, kondisi cuaca di laut dilaporkan cukup ekstrem dengan angin kencang dan gelombang tinggi," kata Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan di Pati, Minggu.

Akibat peristiwa tersebut, mengakibatkan dua nelayan asal Dukuhseti terjatuh ke laut. Salah satu korban bernama Oki Dimas Pebriyanto (25) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan utara Juwana pada Jumat (23/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Sementara satu nelayan lainnya, Winarto (42), hingga kini masih belum ditemukan.

Kompol Hendrik menjelaskan operasi pencarian telah dilakukan sejak pagi hari dengan melibatkan personel Satpolairud Polresta Pati dan Pos AL Banyutowo menggunakan perahu karet. Penyisiran difokuskan di sekitar titik terakhir korban terlihat serta mengikuti arah arus laut.

"Pada hari Sabtu (24/1), kami melakukan penyisiran intensif di perairan Banyutowo hingga wilayah Juwana dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi cuaca," ujarnya.

Selain itu, tim SAR juga berkoordinasi dengan nelayan setempat guna memperluas jangkauan pencarian. Informasi dari masyarakat pesisir dinilai sangat membantu karena mereka memahami karakter perairan di lokasi kejadian.

"Kami melibatkan nelayan lokal karena mereka mengetahui pola arus dan titik-titik rawan. Setiap informasi dari masyarakat langsung kami tindaklanjuti," ujarnya.

Karena upaya pencarian belum membuahkan hasil, pada Minggu (25/1) pencarian kembali dilanjutkan dengan tetap mengedepankan keselamatan personel, mengingat kondisi gelombang laut yang masih cukup dinamis.

"Keselamatan personel menjadi prioritas, namun pencarian tetap kami lakukan secara maksimal sesuai prosedur SAR," ujarnya.

Pada hari ini (25/1), area pencarian diperluas dari perairan Juwana hingga menuju perairan Rembang. Langkah tersebut diambil berdasarkan analisis pergerakan arus laut yang memungkinkan korban terbawa ke arah timur.

Pada kesempatan itu, Kompol Hendrik juga mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama dengan memperhatikan kondisi cuaca dan kelengkapan alat keselamatan.

"Kami mengingatkan nelayan agar selalu menggunakan alat keselamatan, memantau prakiraan cuaca, dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat di laut," ujarnya.

Ia juga meminta para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut saat cuaca tidak memungkinkan, khususnya pada musim angin barat. Nelayan juga diminta memantau informasi cuaca sebelum melaut.

sumber: antara