Narkoba Ancam Produktivitas Pekerja, KSPSI AGN Sumut Siap Bersinergi dengan Polisi

Narkoba Ancam Produktivitas Pekerja, KSPSI AGN Sumut Siap Bersinergi dengan Polisi

Medan - Dukungan terhadap langkah tegas Polrestabes Medan dalam memberantas narkoba terus mengalir. Kali ini datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara, T. M. Yusuf, yang menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Yusuf menilai, keberanian dan strategi yang diterapkan Kapolrestabes Medan menjadi jawaban atas keresahan masyarakat, khususnya kaum pekerja, terhadap maraknya peredaran narkoba yang kian terorganisir di Kota Medan.

“Medan membutuhkan pemimpin kepolisian yang tegas dan tidak gentar menghadapi bandar narkoba. Apa yang dilakukan Kombes Pol Jean Calvijn adalah langkah nyata yang selama ini ditunggu masyarakat,” ujar Yusuf di Medan, Jumat (26/12/2025).

Dukungan tersebut didasari keberhasilan Polrestabes Medan membongkar sedikitnya 24 lokasi peredaran narkoba selama periode Oktober hingga Desember 2025. Dari operasi tersebut, polisi mengamankan 34 tersangka dari berbagai lokasi, mulai dari tempat hiburan malam hingga barak narkoba di kawasan terpencil.

Menurut Yusuf, tantangan pemberantasan narkoba saat ini semakin kompleks. Ia mengungkapkan bahwa para bandar mulai menggunakan teknologi dan metode ekstrem untuk melawan aparat penegak hukum.

Beberapa modus yang terungkap di lapangan antara lain penggunaan drone untuk memantau pergerakan polisi, pemanfaatan anak di bawah umur sebagai operator handy talky (HT), pemasangan pagar kawat berlistrik di sekitar barak narkoba, hingga perlawanan fisik terhadap petugas menggunakan senjata tajam dan airsoft gun. Bahkan, dalam sejumlah kasus, kendaraan dinas kepolisian dilaporkan menjadi sasaran pembakaran.

“Ini bukan kejahatan biasa. Ini kejahatan terorganisir yang membahayakan keselamatan aparat dan masyarakat. Karena itu, langkah tegas kepolisian harus didukung penuh,” tegas Yusuf.

Sebagai tokoh buruh, Yusuf menekankan bahwa narkoba menjadi ancaman serius bagi dunia ketenagakerjaan. Peredaran narkoba dinilai merusak produktivitas pekerja, menghancurkan keluarga, serta mengancam stabilitas sosial.

“Narkoba adalah musuh nyata kaum buruh. Jika dibiarkan, dampaknya langsung ke produktivitas, keselamatan kerja, dan masa depan keluarga pekerja,” katanya.

Yusuf menyatakan KSPSI AGN Sumut siap bersinergi dengan Polrestabes Medan untuk mendukung upaya pembersihan lingkungan kerja dan permukiman buruh dari peredaran narkoba.

Sebagai bagian dari Staf Penasihat Kapolri, ia juga berkomitmen mengawal agar upaya pemberantasan narkoba di Medan mendapatkan dukungan maksimal dari Mabes Polri, baik dari sisi personel, peralatan, maupun kebijakan strategis.

“Kami ingin memastikan aparat di lapangan tidak berjalan sendiri. Negara harus hadir secara penuh,” pungkasnya. (*)