Minggu Kasih di GKE Pintu Elok, Kapolresta Pontianak Ajak Masyarakat Bersama Cegah Perundunga

Minggu Kasih di GKE Pintu Elok, Kapolresta Pontianak Ajak Masyarakat Bersama Cegah Perundunga

PONTIANAK, Polda kalbar – Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan tokoh agama, untuk bersama-sama mencegah perundungan (bullying) di kalangan anak-anak dan remaja. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Minggu Kasih Polresta Pontianak di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Pintu Elok, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 52, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.45 WIB tersebut dihadiri Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah, S.H., M.H., jajaran personel Polsek Pontianak Selatan, Pendeta Maraden Simanjuntak, S.Th., M.H., pengurus gereja, serta jemaat GKE Pintu Elok.

Dalam sambutannya, Kapolresta Pontianak menyampaikan bahwa perundungan bukan persoalan sepele karena dapat menimbulkan dampak psikologis, menurunkan rasa percaya diri, serta mengganggu perkembangan anak. Oleh sebab itu, pencegahan perundungan membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama dari keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat.

“Kita harus lebih peduli terhadap kondisi anak-anak kita. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan mereka, dengarkan keluh kesahnya, kenali lingkungan pergaulannya, serta dampingi penggunaan telepon genggam dan media sosialnya,” pesannya.

Kapolresta juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap paparan konten yang mengandung kebencian, kekerasan, intoleransi, maupun radikalisme di ruang digital. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan melalui komunikasi yang baik, pendampingan, dan pembinaan sejak dini, bukan dengan menghakimi anak.

Selain itu, para pendeta dan pengurus gereja diajak untuk terus menanamkan nilai kasih, toleransi, saling menghormati, serta kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan orang lain dan setiap orang memiliki martabat yang harus dihormati.

Melalui program Minggu Kasih, Kapolresta menegaskan bahwa Polri merupakan mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, membuka ruang komunikasi, serta menyerap aspirasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Pontianak juga membuka dialog bersama pendeta, pengurus gereja, dan jemaat untuk mendengarkan secara langsung berbagai masukan dan keluhan. Salah satu perhatian yang dibahas adalah kondisi arus lalu lintas di sekitar gereja saat pelaksanaan ibadah, terutama potensi kepadatan kendaraan yang dapat menghambat kelancaran lalu lintas dan kenyamanan jemaat maupun masyarakat sekitar.

Kapolresta turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan tindak pidana, perundungan, maupun gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110, yang dapat diakses secara gratis.

Melalui kegiatan ini, Polresta Pontianak berharap sinergi antara Polri, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, toleran, serta ramah bagi tumbuh kembang anak-anak dan remaja di Kota Pontianak.