Malang Macet Parah Jelang 2026, Invasi Kendaraan Plat Luar Kota Meningkat

Malang Macet Parah Jelang 2026, Invasi Kendaraan Plat Luar Kota Meningkat

MALANG - Arus lalu lintas di Malang Raya mulai meningkat jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Setiap hari sekitar 30.000 kendaraan masuk Malang Raya dari berbagai penjuru.

Sesuai data Polres Malang, jumlah kendaraan yang masuk Malang melalui Gerbang Tol Lawang, Tol Singosari, Tol Pakis, dan Tol Madyopuro terus meningkat. Pada Jumat (19/12), tercatat sebanyak 32.590 kendaraan masuk Malang. Jumlah tersebut meningkat pada Sabtu (20/12) menjadi 38.627 kendaraan.

"Pada Minggu (21/12) sampai pukul 18.00 WIB, kendaraan yang masuk Malang mencapai 16.000 kendaraan," kata AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, Kasatlantas Polres Malang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/12).

Polres Malang telah mengantisipasi peningkatan volume kendaraan menjelang Nataru. Polres Malang telah memetakan titik rawan kemacetan mulai dari gerbang Tol Lawang, Tol Singosari, Tol Pakis, dan Tol Madyopuro.

"Volume kendaraan di titik-titik itu pasti akan meningkat, terutama kendaraan yang mengarah Kota Batu maupun Kota Malang," tambahnya.

Jika volume kendaraan meningkat, Polres Malang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan.

Polres Malang juga koordinasi dengan Polresta Malang Kota dan Polres Batu untuk memperlancar jalannya rekayasa lalu lintas.

"Kami akan berkomunikasi dengan pemangku wilayah ketika terjadi peningkatan arus lalu lintas mulai dari Exit Tol mengarah ke Kota Malang maupun ke Kota Batu," bebernya.

Dishub Kabupaten Malang telah memetakan daerah rawan macet pada momen Nataru nanti, baik di Malang utara, Malang timur, Malang selatan, sampai Malang barat.

Di Malang barat, kemacetan biasa terjadi di ruas jalan Pujon-Kasembon karena adanya aktivitas keluar-masuk kendaraan ke wisata Santera.

"Itu merupakan jalur arteri kendaraan dari Kediri yang masuk ke wilayah Malang Raya. Kawasan itu rawan macet karena lahan parkir wisatawan terbatas," kata Eko Margianto, Kepala Dishub Kabupaten Malang.

Titik kemacetan selanjutnya terjadi di ruas Jalang Karangloso-Karanglo. Titik trouble spot ada di simpang tiga Karangploso, simpang empat Kepuharjo, dan simpang tiga Masjid Kembar.

Di Malang timur, titik rawan macet terjadi di simpang empat Asrikaton dekat Exit Tol Pakis. Kemacetan terebut terjadi sepanjang jalur arteri dan tol dari atau menuju Bandara Abdul Rachman Saleh maupun Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kemacetan juga rawan terjadi di simpang tiga Kebonagung, simpang tiga Kendalpayak, dan simpang empat Talangagung.

sumber: SuryaMalang.com