Longsor Nyaris Ratakan 2 Rumah di Tirtomoyo Wonogiri, Penghuni Selamatkan Diri
WONOGIRI – Bencana tanah longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi nyaris meratakan dua rumah dengan tanah di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (17/1/2025). Beruntung penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan satu rumah warga milik Rudi Hartono di Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Tirtomoyo, hampir saja terbawa longsor. Tebing di dekat rumah itu longsor. Sisi pojok kiri rumahnya bahkan sudah menggantung tanpa tanah.
Tanah di dekat rumah itu longsor setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu malam. Material tanah longsor sempat menutupi akses jalan antarkecamatan. Warga dan berbagai unsur terkait telah melakukan penanganan darurat bencana itu pada Minggu (18/1/2026) dengan membersihkan material longsor yang menutupi jalan dan drainase.
“Saat ini jalan dan saluran air di sana sudah berfungsi normal,” kata Fuad kepada Espos, Minggu. Fuad menyebut kejadian serupa juga terjadi di Desa Jaten, Kecamatan Tirtomoyo.
Rumah milik Katino di desa itu hampir saja rata dengan tanah setelah talut di dekat rumahnya longsor pada Sabtu malam. Beruntung tembok rumah tersebut masih kokoh. Namun, rumah itu menjadi sangat rawan ambruk terbawa longsor, apalagi saat hujan.
Berdasarkan data BPBD Wonogiri, Kecamatan Tirtomoyo menjadi salah satu wilayah paling rawan bencana tanah longsor. Pada 2024 jumlah kejadian tanah longsor di kecamatan ini mencapai 52 peristiwa. Jumlah itu menjadi yang terbanyak dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Wonogiri.
Siaga Bencana Hidrometeorologi
Dia menjelaskan tanah longsor masih menjadi ancaman bencana paling rawan terjadi saat musim hujan di Kabupaten Wonogiri. Sepanjang 2025, jumlah bencana di Kabupaten Wonogiri sebanyak 162 kejadian dan 89 di antaranya merupakan tanah longsor.
Sementara itu, sejak awal Desember 2025 BPBD Kabupaten Wonogiri sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Penetapan status ini sebagai langkah antisipasi penanganan bencana yang rawan terjadi di Kabupaten Wonogiri saat musim hujan.
Status siaga darurat bencana ini diberlakukan atas pertimbangan kondisi cuaca hujan dengan curah dan intensitas tinggi mulai Desember 2025. Curah hujan yang tinggi sangat berpotensi meningkatkan risiko tingkat kejadian bencana alam di daerah ini mengingat kondisi topografi Kabupaten Wonogiri yang berlereng, lembah, sekaligus karst.
Selain itu, menurut Fuad, berdasarkan pola tahunan, periode Desember, Januari, hingga Februari merupakan masa krusial bencana di Kabupaten Wonogiri. Selama periode biasanya banyak kejadian bencana hidrometeorologi di desa-desa.
“Maka dengan status siaga ini, konsekuensinya semua pihak bergerak, mengambil langkah untuk tindakan antisipasi. Forkopimda jalin komunikasi, bersinergi, agar sewaktu-waktu terjadi bencana, semuanya bisa ambil tindakan cepat penanganan,” jelasnya.
Koordinator Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengatakan mengerahkan sejumlah personel dan mobil damkar untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan di Kecamatan Tirtomoyo pada Minggu pagi. Menurutnya, saat ini material longsor itu sudah bersih.
sumber: esposin