Libur Nataru 2025/2026, Kota Malang Diprediksi Dilintasi 1,3 Juta Kendaraan

Libur Nataru 2025/2026, Kota Malang Diprediksi Dilintasi 1,3 Juta Kendaraan

MALANG - Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan akan meningkatkan mobilitas kendaraan di Kota Malang secara signifikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memprediksi lebih dari satu juta kendaraan akan keluar masuk wilayah Kota Malang sepanjang momen Nataru, dengan sejumlah titik rawan kemacetan yang telah dipetakan sejak dini.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan RI memperkirakan pergerakan masyarakat secara nasional pada libur Nataru tahun ini meningkat sekitar 7 persen atau mencapai 119,5 juta orang.

Mengacu pada data Nataru 2024/2025, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang tercatat mencapai sekitar 1,3 juta unit, mencakup mobil pribadi, sepeda motor, bus, hingga truk. Pada Nataru 2025/2026, angka tersebut diproyeksikan naik menjadi sekitar 1,35 juta kendaraan.

“Pergerakan ini mencakup seluruh mobilitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi. Kota Malang berpotensi menjadi simpul pergerakan, baik sebagai tujuan wisata maupun jalur lintasan,” ujar Widjaja, Senin (22/12/2025).

Prediksi Puncak Kepadatan Saat Natal dan Tahun Baru

Berdasarkan kajian Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), puncak kepadatan diperkirakan terjadi saat perayaan Natal. Jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang diprediksi mencapai 753.380 unit, sementara kendaraan yang keluar sekitar 680.683 unit.

Adapun pada momen Tahun Baru, kendaraan masuk diproyeksikan sebanyak 599.654 unit dan kendaraan keluar mencapai 568.186 unit. Secara keseluruhan, selama periode Nataru, total kendaraan yang masuk ke Kota Malang diperkirakan mencapai 1.353.034 unit, sedangkan kendaraan keluar sekitar 1.248.869 unit.

“Kota Malang ini cukup unik karena selain menjadi destinasi wisata, juga menjadi jalur lintasan utama menuju Kota Batu,” tambah Widjaja.

Daftar Titik Rawan Kemacetan di Kota Malang

Dishub Kota Malang telah memetakan sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan selama libur Nataru. Titik-titik rawan kemacetan tersebut antara lain Jalan MT Haryono, Jalan S Supriyadi, Jalan Kol Sugiono, Jalan Ahmad Yani, Jalan LA Sucipto, Jalan Ki Ageng Gribig, serta Jalan Mayjen Sungkono.

“Perhatian terbesar kami arahkan pada arus masuk dari kawasan Ahmad Yani,” ungkap Widjaja.

Rekayasa Lalu Lintas dan Koordinasi Malang Raya

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, sejumlah skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan, termasuk pengalihan arus melalui Tol Pakis atau Tol Madyopuro apabila kepadatan menuju Kota Batu meningkat.

Widjaja menjelaskan, rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan secara situasional oleh Polresta Malang Kota sesuai kondisi lapangan. Dishub juga menyiagakan pos pelayanan, pos pantau, serta pos pengamanan di sejumlah titik strategis yang didukung sistem ATCS dan kamera CCTV.

Selain itu, koordinasi lintas daerah di wilayah Malang Raya terus diperkuat, khususnya untuk memantau jalur wisata menuju kawasan pantai. Titik rawan kepadatan di wilayah perbatasan diprediksi terjadi di kawasan Kacuk-Sukun hingga arah Pabrik Gula Kebon Agung-Pakisaji.

“Tentu persoalan lalu lintas tidak bisa ditangani sendiri. Diperlukan sinergi antara Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang agar pengendalian arus kendaraan berjalan optimal,” pungkasnya.

sumber: tugumalang