Kumpul Bareng Masyarakat Desa Pasir Panjang, Kapolda Kalteng Serap Aspirasi Warga dari Karhutla hingga Narkoba
Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, menggelar dialog terbuka bersama para tokoh masyarakat dalam rangka evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bertempat di Rumah Adat Betang, Desa Pasir Panjang, Kab. Kobar, Rabu (28/10/2026).
Berbagai masukan, keluhan, hingga ide disampaikan warga secara langsung. Salah satunya menyampaikan pandangannya terkait Karhutla yang tidak sepenuhnya disebabkan oleh masyarakat kecil.
"Karhutla bukan hanya oleh masyarakat karena masyarakat tidak memiliki uang untuk membuka lahan yang hanya 1-2 hektar, tapi menurut pandangan saya ada pihak luar yang sengaja membakar. Jika masyarakat tidak akan separah ini," ujarnya.
Warga juga menekankan pentingnya sosialisasi dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat hingga anak muda agar suasana lebih adem dan pemahaman pencegahan Karhutla tersampaikan hingga tingkat bawah.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga keberagaman di Kalteng dengan filosofi Huma Betang dan semangat saling menghormati.
"Saya setuju kita harus menjaga keberagaman kita. Kita perlu menjaga antar suku bangsa, oleh karena itu Huma Betang menjadi modal untuk kita menjaga dan saling menghormati satu sama lain," tegas Kapolda.
Terkait penanganan Karhutla, Kapolda membeberkan data penegakan hukum.
"Saya melihat dari data, 141 kasus ditetapkan tersangka 46 masyarakat umum dan semua perusahaan ada 12 dan yang ditetapkan tersangka 2 perusahaan," jelasnya.
Kapolda juga menyampaikan bahwa seluruh perusahaan wajib memiliki sarana pencegahan Karhutla seperti menara pantau, embung-embung, dan alat pemadaman yang rutin dicek oleh anggota di lapangan.
"Anggota kami mengecek semua perusahaan, perlu memiliki menara pantau, embung-embung, alat pemadaman. Saya selaku Kapolda menjadikan ini tanggung jawab saya. Dalam proses penegakan hukum perlu pembuktian," katanya.
Kapolda menambahkan, banyak kasus terjadi karena warga membakar lahan namun tidak mampu mengendalikan api sehingga meluas. Ke depan, ia mendorong agar pembukaan lahan tidak lagi dengan cara membakar dan pemerintah membantu membuka lahan tanpa pembakaran.
Dalam sesi selanjutnya, warga juga mengapresiasi layanan darurat 110 yang manfaatnya sangat dirasakan namun dinilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui.
Warga juga mengapresiasi personel kepolisian yang langsung turun ke lapangan memadamkan api dan situasi Kamtibmas di Kobar yang cukup baik.
Salah satu ide yang disampaikan warga adalah penganggaran pembuatan sumur bor di ladang masyarakat dengan estimasi biaya Rp 3 juta per sumur untuk mencegah Karhutla.
Kapolda menyambut baik ide tersebut yang merupakan gagasan yang bagus. Seperti yang saat ini pihaknya telah lakukan yaitu pembuatan sumur bor.
"Sedangkan untuk Layanan 110 silakan dimanfaatkan jika membutuhkan bantuan kepolisian. Kami mencoba memberikan kecepatan dalam pelayanan kepada masyarakat," jawabnya.
Keluhan lain yang mencuat adalah maraknya peredaran narkoba di Desa Pasir Panjang. Warga meminta perhatian Kapolda dan Kapolres agar generasi muda tidak terjerumus narkoba.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolda menegaskan atensi khusus Kapolri terhadap pemberantasan narkoba.
"Bapak Kapolri memiliki perhatian khusus terhadap narkoba. Nanti kita akan jadikan kawasan anti narkoba Pasir Panjang. Tidak perlu takut untuk melaporkan terkait narkoba, manfaatkan layanan 110 juga bisa," tegas Kapolda.
Di akhir dialog, warga relawan meminta agar dilibatkan dalam evaluasi pasca Karhutla untuk bersama-sama menemukan inovasi baru dalam pencegahan dan penanganan sekaligus mendukung penuh dalam pemberantasan peredaran narkoba.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan sejumlah pejabat utama Polda, Wakil Bupati Kab. Kotawaringin Barat, Suyanto, Danlanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, Kasdim 1014/Pbn, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kobar, serta unsur terkait lainnya. (adji/supri)