Kota Pekalongan Lumpuh Akibat Banjir, Aktivitas Warga Terganggu

Kota Pekalongan Lumpuh Akibat Banjir, Aktivitas Warga Terganggu

PEKALONGAN - Banjir besar yang melanda Pekalongan sejak akhir pekan lalu diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi. Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan sebagian besar wilayah kota lumpuh dan ribuan warga harus mengungsi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan, banjir mulai terjadi sejak Jumat, 15 Januari 2026 dan terus meluas hingga Minggu, 18 Januari 2026. Ia menyebut jumlah pengungsi mencapai 2.400 orang yang tersebar di 24 lokasi, dengan sekitar dua pertiga wilayah kota lumpuh atau tidak dapat beraktivitas.

Menurutnya, wilayah terdampak terparah berada di kawasan Tirtabaru dengan ketinggian air mencapai dua meter. “Seluruh warga di wilayah tersebut harus kami evakuasi karena kondisinya berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.

Akibat dampak banjir yang meluas, Pemerintah Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir mulai 17 hingga 30 Januari 2026. Seluruh unsur penanganan bencana dikerahkan untuk evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pengamanan wilayah terdampak.

Banjir tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada sektor transportasi, kereta api. Jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Sragi sempat terendam, sehingga menyebabkan gangguan perjalanan dan pembatalan sejumlah kereta.

Humas KAI Daerah Operasi(Daop) 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan, genangan air di jalur tersebut saat ini mulai surut dan rel sudah dapat dilalui, meski dengan kecepatan terbatas. “Kami masih melakukan normalisasi jalur dan penguatan pondasi rel agar perjalanan kereta api dapat kembali aman dan sesuai kecepatan yang diizinkan,” katanya.

Luqman Arif menambahkan, hingga Senin, 19 Januari 2026, tercatat 23 perjalanan kereta api mengalami pembatalan. Ia menegaskan, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, sebelum jalur kereta api dinyatakan normal sepenuhnya.

sumber: rri.co